Jatengpress.com, Kota Mungkid – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Jadi ke-42 (2026) Kota Mungkid diselenggarakan amat sangat sederhana.
Asisten Administrasi Umum, Asfuri Muhsis, menyebut beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan terkait dengan kebijakan tersebut.
Antara lain, melihat adanya beberapa bencana yang melanda di sebagian wilayah Indonesia. Termasuk banjir lahan dingin Gunung Merapi yang membawa korban di alur Kali Senowo hingga Kali Pabelan belum lama ini.
“Juga memperhatikan dampak yang timbul akibat situasi geopolitik dan ekonomi global yang serba tidak menentu akhir-akhir ini,” katanya, Kamis (26/03/2026).
Meski dalam suasana prihatin, lanjut Asfuri, Pemerintah Kabupaten tetap menyelenggarakan beberapa kegiatan untuk memperingati HUT Kota Mungkid tahun ini.
Pertama, menggelar Malam Tirakatan dan Hahal bi Halal di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, pada Rabu (25/03/2026).
Tampil sebagai pembicara malam itu adalah Dr Fahrudin Faiz MAg, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta .
Sabtu (28/03/2026) besok, jam 08.00 WIB, ada Grebeg Ketupat. Disiapkan 7 gunungan ketupat oleh OPD dan BUMD yang akan diarak dari halaman MAJT An-Nuur menuju Lapangan drh Soepardi sejauh kira-kira 500 meter.
“Yang tak kalah menaik, pada Minggu (29/03/2026) jam 06.00 WIB ada festival Balon Udara di Lapangan drh Soepardi,” kata Kabag Prokompim Setkab Magelang, Zanuar Efendi.
Seiring usia Kota Mungkid yang kian bertambah, diharapkan Kabupaten Magelang menjadi semakin maju dan berkembang di segala bidang.
“Pemkab Magelang bisa memberikan pelayanan lebih terhadap masyarakat, dengan menghadirkan hal yang baru yang sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, Magelang Anyar Gress,” kata Ketua DPRD, Sakir, secara terpisah.
Dia menyadari, dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kondisi demikian membuat tantangan ke depan makin tidak ringan. Salah satunya dampak dari geopolitik.
Di sisi lain, tuntutan masyarakat makin banyak dan kita terkendala dengan beberapa keterbatasan yang dipengaruhi oleh ekonomi global.
“Karena itu, kita harus mempersiapkan, menyusun perencanaan yang lebih cermat lagi, dengan memprioritaskan pada pelayanan masyarakat,” ujarnya. (TB)

