Jatengpress.com, Kebumen — Kepolisian Resor Kebumen menyatakan kasus sopir Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sempat viral karena menabrak pagar sekolah dan menganiaya warga telah diselesaikan melalui mekanisme mediasi. Kesepakatan damai dicapai melalui musyawarah antara masyarakat Desa Clapar dan pihak SPPG Tirto Mulyo Wonotirto di Kecamatan Karanggayam.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan mediasi berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan pendampingan aparat kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, serta perangkat desa.
“Mediasi berjalan lancar, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan,” kata AKBP Putu, Minggu, 8 Februari 2026.
Peristiwa yang memicu perhatian publik itu bermula dari video viral yang menunjukkan mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak pagar SD Negeri Clapar, disusul tindakan penganiayaan terhadap warga oleh sopir kendaraan tersebut. Insiden itu memicu reaksi warga dan menjadi pembahasan luas di media sosial.
Dalam mediasi yang digelar di Sanggar Tari Pager Bumi Panembahan Desa Clapar, pihak SPPG Tirto Mulyo Wonotirto mengakui kesalahan tindakan sopir mereka, Ajis Setyo Wihantoro. Perwakilan SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang terdampak, dan permohonan maaf itu diterima oleh masyarakat setempat.
Pihak SPPG juga menyatakan kesediaan mengganti kerugian materiil akibat peristiwa tersebut, termasuk memperbaiki pagar sekolah dan kerusakan kendaraan warga serta memberikan bantuan biaya perawatan medis bagi korban yang mengalami luka. Selain itu, pihak SPPG bersama aparat berwenang menyatakan akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap sopir yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum.
Dalam kesepakatan bersama yang disaksikan unsur Forkopimcam Karanggayam, kedua belah pihak sepakat tidak mengajukan tuntutan di kemudian hari dan menyatakan perkara selesai secara musyawarah. Koordinator wilayah MBG Kecamatan Karanggayam juga menyatakan akan mengevaluasi kinerja sopir tersebut dan mempertimbangkan pencoretan dari relawan SPPG.
Kapolres Putu menyebut kepolisian tetap melakukan pengamanan selama proses mediasi untuk memastikan situasi berjalan tertib. Sejumlah personel Polsek Karanggayam dan Babinsa diterjunkan dalam kegiatan tersebut. “Sampai saat ini situasi di Desa Clapar dan sekitarnya terpantau kondusif,” ujarnya. (*)


