Jatengpress.com, Magelang – Polres Magelang Kota melaksanakan Operasi Keselamatan Candi 2026 selama 14 hari (2-15 Februari 2026). 87 personel diturunkan.
“Operasi melibatkan 87 personel yang bertugas langsung di lapangan,” kata Wakapolres Magelang Kota, Kompol Budiyuwono Fajar Wisnugroho.
Operasi ini, lanjut wakapolres, sebagai bagian dari cipta kondisi menjelang sejumlah agenda penting. Langkah antisipasi menjelang perayaan Imlek, Ramadan, hingga Hari Raya Idul Fitri.
“Dengan kondisi lalu lintas yang kondusif sejak dini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar. Upaya ini sekaligus mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Wakapolresta menyebut target sasaran operasi. “Penindakan difokuskan pada pelanggaran yang kasat mata,” ujarnya, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Candi 2026 di halaman Mako Polres setempat.
Antara lain, pengendara tidak memakai sabuk pengaman, pengendara tidak memakai helm, berboncengan lebih dari 2 orang, melawan arus.
Selain itu, pengendara yang berada di bawah pengaruh miras atau narkoba menjadi perhatian serius. Penindakan dilakukan demi keselamatan bersama di jalan raya.
Operasi mengedepankan pendekatan presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Polantas dituntut tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan.
Dengan pendekatan tersebut, keselamatan berlalu lintas dapat terwujud secara berkelanjutan.
Fokus utama dalam operasi ini adalah kegiatan preventif dan preemtif. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi, imbauan, serta edukasi kepada masyarakat pengguna jalan.
Meski begitu, Wakapolres menegaskan tindakan hukum tetap diberikan kepada pelanggar lalu lintas yang kasat mata dan membahayakan keselamatan. Langkah itu ditempuh secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi.
Selain itu, tingkat kemacetan dan pelanggaran lalu lintas juga menjadi sasaran untuk diminimalisir. Dengan terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih tertib, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi ini.
Kasat Lantas Polres Magrlang Kota, AKP Ida Lismawati, menambahkan, operasi tidak hanya menyasar aspek manusia, tetapi juga aspek kendaraan dan kondisi jalan.
Pemeriksaan kelaikan jalan kendaraan dilakukan untuk memastikan keamanan pengendara. Selain itu, kondisi jalan raya turut menjadi perhatian melalui koordinasi dengan instansi terkait.
“Kami bersinergi dengan Dishub dan stakeholder lainnya diharapkan mampu mendukung kelancaran operasi,” kata Ida.
Dalam hal penegakan hukum, Polres Magelang Kota memiliki personel yang memiliki kompetensi dan sertifikasi khusus. Penegakan hukum dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur.
Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap tindakan kepolisian berjalan profesional dan akuntabel. Dengan demikian, keadilan dan kepastian hukum tetap terjaga. (TB)







