Jatengpress.com, Purworejo – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa penyangga. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan operasional paket wisata Forest Wellness Experience yang digelar di De’Loano Glamping, Purworejo, pada 3–4 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti 20 peserta yang berasal dari lima desa penyangga di kawasan Zona Otorita Borobudur yang mencakup wilayah Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Magelang. Mereka dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan layanan wisata berbasis wellness yang akan menjadi salah satu produk unggulan di Borobudur Highland.
Pelaksana Tugas Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB, Novita Dwihapsari, mengatakan bahwa pembangunan kawasan Borobudur Highland tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata.
Menurutnya, pengembangan paket wisata Forest Wellness Experience membutuhkan kesiapan masyarakat agar mampu berpartisipasi secara optimal dalam memberikan layanan kepada wisatawan.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin siap, memiliki keterampilan yang memadai, serta percaya diri dalam mendukung operasional layanan wisata di kawasan Borobudur Highland,” ujarnya.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup konsep wellness dan mindfulness Jawa, pengenalan produk wisata, pemahaman alur pengalaman wisatawan (experience journey), hingga pelayanan prima atau service excellence. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pembagian tugas, indikator kinerja setiap divisi, serta praktik roleplay sesuai fungsi operasional masing-masing.
Tidak hanya teori, pelatihan juga menghadirkan simulasi penuh operasional Forest Wellness Experience yang dirancang menyerupai kondisi lapangan sebenarnya. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan penguatan pola pikir profesional, pembangunan komitmen tim, serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan simulasi.
Seluruh materi disampaikan oleh tim narasumber dari Remen Jawi yang berpengalaman dalam pengembangan wisata berbasis budaya dan wellness.
Melalui metode pembelajaran yang memadukan teori, praktik, dan simulasi, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, pelayanan kepada wisatawan, kerja sama tim, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi operasional di lapangan.
Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BPOB, Yusuf Hartanto, saat menutup kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber atas komitmen serta antusiasme selama mengikuti pelatihan.
“Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi BPOB bersama masyarakat dari lima desa penyangga dalam mengembangkan operasional paket wisata Forest Wellness Experience. Kita harus mampu menjadi pelayan yang baik bagi wisatawan,” katanya.
BPOB berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata dalam operasional wisata ke depan. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat desa penyangga, layanan wisata yang berkualitas diharapkan dapat tercipta, sekaligus memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BPOB dalam mengembangkan Borobudur Highland sebagai destinasi pariwisata berbasis alam, budaya, pengalaman, dan keberlanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pembangunan kawasan. (Vale)






