Jatengpress.com, Borobudur — Pada puncak perayaan Waisak, Minggu, 31 Mei 2026, InJourney Destination Management (IDM) melakukan pembatasan jam operasional bagi pengunjung atau wisatawan.
Pembatasan jam layanan wisatawan reguler di zona 2, berlaku pada pukul 07.00–14.00 WIB. Baik kunjungan naik struktur candi, kunjungan pelataran candi, layanan Borobudur Sunrise & Sunset, serta program Dagi Abhinaya Picnic.
.
“Selanjutnya, akses kawasan Borobudur terbatas khusus umat Buddha dan peserta rangkaian Waisak,” kata Gistang Panutur, Direktur Komersial IDM, Sabtu (30/05/2026).
Akses masuk peserta Waisak di Borobudur melalui Kampung Seni Borobudur (KSB). Dari titik tersebut, pengunjung dapat menuju area pelaksanaan Waisak maupun pelepasan lampion dengan menggunakan kendaraan EV, bus EV, atau berjalan kaki di jalur pedestrian.
IDM memastikan kesiapan operasional parkir kendaraan yang terintegrasi di area Museum dan KSB. Area ini bisa menampung 448 mobil, 432 motor, dan 55 bus.
Selain itu, IDM juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk menyediakan lokasi parkir swadaya di sejumlah area, meliputi Dusun Kujon, Sabrangrowo, dan Kanggan, dengan kapasitas tambahan mencapai 405 mobil.
“Kami mengoptimalkan jalur pedestrian yang nyaman, aman, teduh dan terintegrasi dengan area cultural park dan ruang hijau kawasan Borobudur. Kami bersama WALUBI menambahkan sejumlah 90 lampu penerangan di jalur utama pedestrian dan lebih dari 25 signage sebagai penunjang kenyamanan pejalan,” ujar Gistang.
Selain itu, tersedia tambahan 14 unit EV berkapasitas 23 penumpang dan 2 bus EV dengan kapasitas masing-masing 50 penumpang. Disiapkan juga layanan kursi roda dan EV priority service yang sigap membantu pengunjung prioritas.
Sementara itu, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama melalui penambahan lebih dari 90 titik lampu sorot di area kunjungan, pengamanan oleh 80 personel internal dan eksternal pada puncak Waisak.
Layanan kesehatan berupa 3 ambulans dan rumah sakit rujukan di sekitar destinasi, hingga kesiapan dua unit pemadam kebakaran dan 20 APAR di area penerbangan lampion.
Refleksi Universal.
Perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur tahun 2570 BE hadir sebagai momentum spiritual dan budaya yang inklusif melalui tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”.
Semangat ini dihadirkan oleh Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), MBMI (Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia), MUNI (Majelis Umat Nyingma Indonesia), IDM, dan berbagai pihak melalui rangkaian aktivitas yang sarat nilai spiritual sekaligus memberikan pengalaman yang nyaman dan bermakna bagi seluruh pengunjung dari berbagai latar belakang.
Sebagai pengelola destinasi, IDM menghadirkan Waisak di Borobudur “Enlightened in Harmony” untuk mempertegas posisi Candi Borobudur sebagai spiritual pilgrimage destination kelas dunia yang mampu menghadirkan perjalanan reflektif dan penuh makna.
Selain itu, Waisak di Borobudur juga menghadirkan ruang bersama yang mempertemukan masyarakat dengan beragam latar belakang, lintas agama, budaya, bangsa dalam suasana yang damai dan harmonis.
“Melalui semangat Enlightened in Harmony, kami ingin menghadirkan pengalaman Waisak yang inklusif dan bermakna bagi semua. Candi Borobudur merupakan ruang refleksi universal, di mana pengunjung bisa diajak menumbuhkan perdamaian, harapan, dan harmoni kehidupan. Kami ingin setiap pengunjung yang hadir dapat merasakan emotional connection yang kuat dengan nilai-nilai luhur Borobudur,” jelas Gistang.
Kesiapan Operasional
IDM memastikan kesiapan operasional selama rangkaian Waisak selama 23–31 Mei 2026. IDM melakukan sejumlah peningkatan layanan guna mendukung kelancaran seluruh agenda spiritual Waisak dengan tetap mengakomodasi kunjungan wisatawan reguler secara terbatas.
Untuk mendukung kenyamanan navigasi pengunjung, IDM juga menghadirkan aplikasi digital My Candi Guide yang dapat diunduh melalui App Store maupun Google Play Store.
“Aplikasi ini memudahkan wisatawan memahami alur kunjungan secara lebih nyaman, tertib, dan terarah melalui fitur digital map, informasi visitor flow, jalur pedestrian, hingga panduan menuju berbagai titik layanan dan fasilitas umum di kawasan wisata,” tutur Gustang.
Instalasi Waisak.
Tahun ini, IDM juga menghadirkan instalasi pendukung bertajuk Shanti Padma Borobudur (Teratai Perdamaian Borobudur). Instalasi ini merupakan representasi kesucian, kedamaian, dan harapan yang dirancang untuk membangun suasana kontemplatif di kawasan Borobudur menjelang Waisak.
Pengunjung juga dapat mengikuti pengalaman interaktif melalui instalasi Light of Intention, yakni ruang untuk menyalakan lilin harapan dan menulis pesan-pesan kebaikan sebagai simbol penerangan batin dan penyebaran energi positif.
Program Unveiling Borobudur Sunset Meditation hasil kolaborasi dengan Myndful Act akan dihelat pada 29 Mei hingga 1 Juni 2026. Program ini menghadirkan pengalaman spiritual melalui eksplorasi lingkungan sekitar Borobudur, meditasi matahari terbenam di Dagi, dan pelepasan lentera perdamaian.
Peserta dapat merasakan pengalaman mindful walking mengitari Candi Borobudur (pradaksina) saat matahari terbit di Borobudur bersama Hendrick Tanu, Bhiksu Lobpon Dorji Sherab, Bhiksu Ugyen Pema Lundup, Bhiksuni Rev. Ervinna Myoufu, dan Tunjung Dhimas Bintoro.
Juga dapat mengeksplorasi ragam kuliner Nusantara di Pasar Medang pada 29–31 Mei 2026. Pasar Medang menghadirkan puluhan tenant UMKM yang terkurasi dan berbagai jenama lokal pilihan.
Aktivasi di Plaza Beringin eks main gate Taman Wisata Candi Borobudur ini menghadirkan pengalaman kuliner tradisional, makanan vegan, pertunjukan seni, workshop edukatif, hingga pengalaman unik bertajuk Klinik Klenik: The Javanese Horoscope.
“Kehadiran Pasar Medang diharapkan menjadi ruang interaksi budaya sekaligus buffer zone yang nyaman bagi pengunjung sebelum maupun sesudah mengikuti rangkaian penerbangan lampion,” pungkasnya. (TB)






