Kobaret Solo Raya Rayakan Satu Dekade dengan Semangat Solidaritas

Karanganyar, Jatengpress.com— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Komando Barisan Terate (Kobaret) Solo Raya menjadi momentum memperkuat nilai persaudaraan sekaligus mengajak seluruh anggota untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu konflik internal maupun persoalan hukum.

Kegiatan yang berlangsung di De Tjolomadoe Heritage, Minggu (24/5/2026), dihadiri sekitar 500 anggota PSHT Kobaret dari berbagai wilayah Solo Raya. Acara diisi dengan pengajian, bakti sosial, serta penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat dan panti asuhan.

Sesepuh Kobaret Solo Raya, Sriyanto, mengatakan eksistensi organisasi selama satu dekade tidak lepas dari kuatnya rasa persaudaraan antaranggota.

Menurutnya, Kobaret tetap berpegang teguh pada ajaran PSHT yang mengutamakan persaudaraan tulus dan kebersamaan dalam setiap kegiatan organisasi.

“Selama ini kami berusaha menjaga kekompakan dan loyalitas anggota. Itu yang membuat Kobaret tetap bertahan dan solid hingga sekarang,” katanya.

Sementara itu, Penasehat Kobaret, BRM Kusumo Putro, menegaskan bahwa Kobaret hadir sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus menjalankan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Ia menilai semangat persaudaraan harus terus dijaga agar tidak mudah terpecah oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami ingin seluruh anggota tetap menjaga kondusivitas dan tidak terpancing provokasi. Persaudaraan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Dalam peringatan tersebut, panitia juga menyalurkan bantuan sosial bekerja sama dengan Baznas untuk masyarakat sekitar Tasikmadu serta bantuan sembako bagi warga kurang mampu dan panti asuhan di Palur.

Ketua Panitia HUT ke-10 Kobaret, Jarot Wahyono, menyebut kegiatan sosial menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap lingkungan sekitar.

Melalui peringatan satu dekade Kobaret, organisasi berharap hubungan persaudaraan antarwarga PSHT maupun masyarakat umum di Solo Raya semakin erat dan harmonis. (Abdul Alim