Jatengpress.com Semarang – Arus lalu lintas di kawasan Pecinan, Kelurahan Kranggan, Semarang Tengah, akan dialihkan selama penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis (PIS) 2026.
Pasar Imlek Semawis merupakan pasar keramaian tahunan di Pecinan Semarang setiap menjelang tahun baru Imlek, yang diselenggarakan oleh Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata), dengan pelaksana Capung Organizer.
Digali di nilai sejarah tempo dulu warga peranakan Tionghoa di Semarang, yaitu pasar malam jie kao meh (tanggal 29 malam), yang berarti pasar malam menjelang sin cia (tahun baru Imlek), atau pasar malam yang buka sehari sebelum tahun baru Imlek.
Di pasar jie kao meh dijual berbagai macam kebutuhan tahun baru Imlek yang akan datang sehari berikutnya. Ada jajanan, masakan, pakaian, kue-kue, souvenir, sayuran, buah-buahan, maupun piranti sembahyang dan kebutuhan perayaan lainnya.
Keramaian jie kao meh tempo dulu itulah yang kini dihidupkan kembali melalui Pasar Imlek Semawis.
Pasar Imlek Semawis 2026 yang akan digelar Jumat (13/2/2026) sampai Minggu (15/2/2026), juga akan menampilkan stand berbagai produk. Ada bazar kuliner, souvenir atau pernak pernik Imlek. atraksi seni dan budaya, serta berbagai tontonan menarik atraksi seni dan budaya sejak pagi hingga malam hari.
Bukan hanya bagi warga Tionghoa, namun untuk semua masyarakat, karena berisi bazar kuliner serta pertunjukan seni dan budaya, baik budaya Tionghoa, maupun budaya Nusantara termasuk seni dan budaya Jawa.
Ketua Pasar Imlek Semawis 2026, Harjanto Halim menerangkan, terkait persiapan PIS 2026, pengalihan arus lalu lintas di lokasi yang sehari-hari padat dengan aktivitas perdagangan tersebut, akan dilakukan mulai Kamis (12/2/2026), atau sejak sehari sebelum pembukaan PIS 2026.
Pasar Imlek Semawis 2026 Digelar Jumat (13/2/2026) pagi sampai Minggu (15/2/2026) malam, dengan seremoni pembukaan Jumat (13/2/2026) malam.
“Ruas Jalan Gang Pinggir sampai Jalan Wotgandul Timur menjadi sentra gelaran stand peserta, adapun seremoni pembukaan dengan gelaran Tuk Panjang bertempat di tengah-tengah arena PIS 2026, yaitu pertigaan Gang Pinggir – Gang Besen – Wotgandul Timur,” ujar Harjanto Halim yang juga Ketua Kopi Semawis.
Adapun area sekitar penyelenggaraan PIS 2026 menjadi lingkungan penyangga untuk kantong parkir dan akses keluar masuk warga lingkungan Pecinan.
Panitia melalui koordinasi dengan lingkungan setempat dan Pemkot, membuat strategi pengalihan arus lalu lintas.
Arus lalu lintas dari timur atau dari Jalan Pekojan setelah melewati jembatan Kali Semarang, bisa melalui dua alternatif. Pertama, dibelokkan ke kanan masuk Gang Warung, untuk selanjutnya mengakses Jalan Beteng dan Wotgandul Barat.
Jalan Gang Warung, Jalan Beteng dan Wotgandul Barat sekaligus juga menjadi kantong parkir pengunjung PIS 2026.
Alternatif kedua, setelah melalui jembatan Kali Semarang bisa tetap lurus masuk ke Gang Pinggir, namun sesampai di pertigaan Kelenteng Tong Pek Bio, dibelokkan ke kiri masuk ke jalan Kapuran, untuk selanjutnya bisa mengakses ke Jalan Ki Mangun Sarkoro.
Di jalan Gang Pinggir ruas setelah jembatan Kali Semarang sampai pertigaan Kelenteng Tong Pek Bio, sekaligus juga dijadikan kantong parkir pengunjung.
Sedangkan tamu VIP pembukaan PIS 2026 disediakan kantong parkir di Jalan Inspeksi tepi Kali Semarang, dekat pos polisi dan jembatan Sebandaran.
Sedangkan bagi warga Pecinan yaitu Gang Baru, Gang Belakang, Gang Gambiran, Gang Tengah dan Gang Besen, yang akses tempat tinggalnya berhubungan dengan Gang Pinggir dan Wotgandul Timur tempat penyelenggaraan PIS 2026, untuk sementara ditutup. Warga di lima gang tersebut bisa menggunakan akses dari Utara yaitu dari Gang Warung. (CIP)







