Jatengpress.com, Karanganyar — Lawu Group resmi menggandeng GlobalTix Indonesia untuk melakukan transformasi digital sistem tiket dan pengalaman pengunjung di seluruh destinasi wisatanya. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang digelar di Saung Lawu Gondosuli, Tawangmangu, Jumat (24/1).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis Lawu Group dalam memodernisasi manajemen destinasi, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memperluas akses pasar nasional hingga internasional.
CEO The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono, mengatakan transformasi digital merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk beralih dari pengelolaan tradisional menuju manajemen modern berbasis teknologi.
“Kami ingin memastikan seluruh destinasi di bawah Lawu Group memiliki standar pelayanan yang sama, modern, dan terintegrasi. Digitalisasi tiket ini bukan sekadar mengganti sistem lama, tetapi membangun pengalaman wisata yang lebih nyaman dan profesional,” ujar Parmin usai penandatanganan.
Ia menegaskan, GlobalTix dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki pengalaman luas dalam menangani sistem tiket di destinasi wisata berskala besar dan kompleks.
Sementara itu, Achmad Ridho, General Manager The Lawu Group, menjelaskan bahwa sistem baru ini akan menggantikan tiket manual, tiket cetak, hingga tiket gelang dengan sistem tiket digital dan kartu saldo tersimpan (stored value).
“Pengunjung dapat membeli tiket secara online, memilih tanggal dan jam kunjungan, serta bertransaksi non-tunai di area wisata. Namun pembelian langsung di lokasi tetap kami sediakan dengan sistem yang sudah terintegrasi,” jelasnya.
Digitalisasi ini akan diterapkan secara bertahap di berbagai destinasi unggulan Lawu Group, antara lain Lawu Park, Sakura Hills, Wonder Park Tawangmangu, Kemuning Sky Hills, Air Terjun Ngargoyoso, hingga Benteng Willem I Ambarawa.
Dari pihak GlobalTix, Chan Chee Kong, Chief Operating Officer GlobalTix, menyampaikan bahwa kerja sama ini menghadirkan model akses wisata yang fleksibel dan efisien, baik bagi pengunjung maupun pengelola.
“Destinasi wisata membutuhkan sistem yang mampu mengurangi antrean, meminimalkan penggunaan uang tunai, serta memberikan visibilitas data pengunjung secara real-time. Kami merasa terhormat dapat mendukung Lawu Group dalam transformasi ini,” kata Chan.
Sementara itu, Helmy, General Manager GlobalTix Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi ini juga membuka peluang besar bagi Lawu Group untuk menjangkau wisatawan mancanegara melalui jaringan distribusi global.
“Destinasi Lawu Group akan terhubung dengan berbagai platform internasional seperti Agoda, Booking.com, Trip.com, dan OTA lainnya, sehingga promosi ke pasar global bisa lebih optimal,” ungkap Helmy.
Uji coba sistem digitalisasi tiket dijadwalkan mulai Februari mendatang, dengan target implementasi penuh sebelum musim libur Lebaran. Ke depan, Lawu Group juga menyiapkan pengembangan ekosistem digital terintegrasi, termasuk kartu anggota, diskon khusus, serta transaksi lintas wahana dan restoran dalam satu sistem. (Abdul Alim)






