22 April 2026 13:17 GMT
BPOB Genjot Kompetensi SDM Hospitality, Siapkan Layanan Kelas Dunia di Borobudur Highland
Jatengpress.com, Purworejo — Di tengah lanskap Perbukitan Menoreh yang memikat, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menegaskan bahwa kekuatan utama destinasi wisata terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan Manajemen Pelayanan Tamu yang digelar di De’Loano Glamping, sebagai langkah strategis meningkatkan standar layanan di kawasan Borobudur Highland. BPOB menilai, pembangunan infrastruktur saja belum cukup untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Pelayanan yang hangat, responsif, dan profesional menjadi faktor penentu kepuasan wisatawan. Karena itu, peningkatan kapasitas kru di garis depan menjadi prioritas agar mampu menghadirkan layanan berkelas internasional. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB, Novita Dwihapsari, menegaskan pentingnya peran SDM dalam membangun citra destinasi. “Hospitality bukan sekadar melayani, tetapi menciptakan kesan. Kami ingin tim di lapangan menjadi pribadi yang adaptif dan responsif. Dari tangan mereka, kepercayaan wisatawan akan tumbuh,” ujarnya. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum meratanya standar pelayanan. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan komunikasi efektif serta teknik menangani keluhan agar dapat diubah menjadi pengalaman positif bagi wisatawan. Dalam pelaksanaannya, BPOB menggandeng akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta. Sahlit Sugesti, S.ST., M.M., menekankan pentingnya kemampuan kru dalam memahami karakter wisatawan masa kini yang cenderung mencari pengalaman autentik. Ia menyebut, konsep glamping seperti De’Loano tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman yang menyatu dengan alam. Oleh karena itu, petugas di lapangan diharapkan mampu berperan sebagai “story teller” yang mengenalkan kearifan lokal Menoreh secara menarik dan berkesan. Sementara itu, Setyo Prasiyono Nugroho, S.ST., M.Sc., menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam menangani keluhan wisatawan. Menurutnya, respons yang baik tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga mampu membangun loyalitas pengunjung. “Keluhan yang diabaikan bisa merusak reputasi. Sebaliknya, penanganan yang tepat justru dapat mengubah kekecewaan menjadi kepercayaan,” jelasnya. Melengkapi materi, Dr. I Putu Hesti Duari, S.ST., M.MPar., mengingatkan bahwa citra destinasi kini sangat dipengaruhi oleh ulasan di media sosial. Ia menilai kepuasan wisatawan menjadi faktor utama dalam promosi organik. “Wisatawan saat ini lebih percaya pada pengalaman sesama pengguna. Pelayanan yang baik akan mendorong mereka secara sukarela mempromosikan destinasi,” ungkapnya. Penguatan SDM ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan Borobudur Highland sebagai destinasi wisata berkelanjutan. BPOB optimistis, kualitas layanan yang konsisten akan mendorong peningkatan kunjungan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan, BPOB berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku wisata dalam meningkatkan kompetensi. Sebab, membangun destinasi tidak hanya soal fisik, tetapi juga menjaga nilai keramahan sebagai identitas utama pariwisata. (Vale)