Jatengpress.com, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Magelang melaksanakan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026.
“Kita siap menjalankan instruksi Mendagri. Kita tetap standby di sini, kita jaga wilayah Kota Magelang,” tegas Damar, usai mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang di Aula Adipura Kencana, Selasa (10/3/2026).
Dalam instruksi Mendagri itu mengatur penundaan perjalanan dinas luar negeri bagi gubernur, bupati dan wali kota beserta wakilnya pada periode 14–28 Maret 2026.
Kebijakan ini dimaksudkan agar kepala daerah dapat memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama masa Lebaran.
Forum HLM dihadiri Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, pejabat Forkopimda Kota Magelang dan seluruh kepala OPD di jajaran Pemkot Magelang.
Damar menyampaikan, kondisi inflasi secara umum masih relatif terkendali. Inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat 4,76 persen, sedang inflasi di Jateng 4,43 persen.
Namun, pihaknya tetap mewaspadai terhadap potensi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis menjelang Idul Fitri, seperti cabai, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.
“Berdasarkan hasil pemantauan kita, harga bahan kebutuhan pokok di Kota Magelang masih relatif stabil, permintaan masyarakat masih dalam kondisi normal, serta ketersediaan stok dinilai mencukupi,” ungkapnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan selaku Sekretaris TPID Kota Magelang, Chrisatria Yonas Nusantrawan Bolla, memaparkan kondisi terkini inflasi, ketersediaan pasokan, serta kesiapan berbagai sektor menjelang Idul Fitri tahun ini.
Ia menjelaskan, strategi pengendalian inflasi daerah dilakukan melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada masyarakat.
“Stok kebutuhan pokok di Kota Magelang hingga awal Maret 2026 masih dalam kondisi mencukupi dan distribusi relatif lancar, sehingga pedagang tidak perlu melakukan penimbunan barang,” paparnya.
Namun, pemantauan harga tetap dilakukan karena beberapa komoditas seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah mengalami kenaikan harga.
Dikatakan Yonas, potensi dinamika menjelang Lebaran, antara lain lonjakan pengunjung pasar menjelang hari raya, munculnya pedagang tiban, potensi kemacetan dan peningkatan volume sampah di kawasan pasar.
“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami menyiapkan berbagai langkah. Dari pengaturan pedagang, penguatan keamanan dan pengawasan pasar, hingga pengelolaan parkir dan kebersihan,” imbuhnya.
Selain itu, berbagai layanan publik juga disiagakan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran, antara lain kesiapan layanan kesehatan, pengawasan keamanan pangan, ramp check kendaraan angkutan umum, hingga kesiapsiagaan personel kebencanaan dan layanan darurat di Kota Magelang. (TB)





