Jatengpress.com, Karanganyar — Tim Pokja 3 Kecamatan Kebakkramat berhasil meraih juara pertama Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Kabupaten Karanganyar 2026 dengan mengandalkan inovasi pangan lokal yang sederhana, bergizi, dan ekonomis.
Dalam kompetisi yang diikuti 17 peserta tersebut, Kebakkramat mencuri perhatian dewan juri melalui sajian menu lengkap berbasis bahan lokal, seperti pepes botok daun murbei dengan udang kali, rumbut ikan nila, perkedel talas ikan, puding labu kacang hijau, hingga nasi tiwul tiga warna.
Pendamping tim, Dewi Candraningrum, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses uji coba berulang untuk mendapatkan komposisi terbaik.
“Kami beberapa kali trial, baik dari rasa maupun komposisi gizi, terutama agar cocok untuk ibu dan anak,” ujarnya, Rabu (22/4).
Ia menegaskan, keunggulan utama menu terletak pada pemanfaatan bahan yang mudah dijangkau di lingkungan sekitar. Daun murbei diperoleh dari pekarangan, sementara ikan nila berasal dari kolam warga. Dengan konsep tersebut, satu paket menu dapat disajikan dengan biaya sekitar Rp100 ribuan.
“Banyak bahan tersedia di sekitar, jadi lebih hemat dan bisa diterapkan masyarakat,” katanya.
Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi Kebakkramat setelah sebelumnya hanya meraih juara kedua pada lomba serupa. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menyempurnakan inovasi menu tahun ini.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Lucia Sri Winarni Susilowati, menegaskan bahwa keberhasilan peserta seperti Kebakkramat menunjukkan potensi besar pangan lokal dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
“Pangan itu tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi harus mampu membuat masyarakat sehat, aktif, dan produktif. Pemanfaatan bahan lokal menjadi kunci,” ujarnya.
Menurutnya, pola konsumsi masyarakat masih didominasi beras sehingga perlu didorong diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal seperti umbi-umbian dan bahan alternatif lainnya. (Radar Solo)
Sementara itu, Ketua TP PKK Karanganyar, Farida Nurhayati, menilai inovasi yang ditampilkan peserta sudah cukup baik, namun masih perlu penyempurnaan terutama dalam penyusunan komposisi gizi.
“Masih ada yang membedakan hanya pada porsi, bukan komposisi gizinya. Padahal kebutuhan anak dan dewasa berbeda,” ujarnya.
Ia berharap capaian Kebakkramat dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam mengembangkan menu sehat berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dengan kemenangan ini, inovasi menu dari Kebakkramat tidak hanya menjadi prestasi lomba, tetapi diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk pangan lokal bernilai ekonomi dan mendukung gerakan konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga. (Abdul Alim)






