Kampung Ramadhan MAJT An-Nuur Sejahterakan Masyarakat

Jatengpress.com, Kota Mungkid – Setelah berlangsung 8 hari, Kampung Ramadhan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang telah berakhir, Sabtu (07/03/2026) menjelang tengah malam.

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur, Drs H Asfuri Muhsis, mengaku bangga karena event Kampung Ramadhan kali kedua ini mengalami perkembangan bagus dibanding yang pertama. Dalam hal fasilitas maupun peserta.

“Kalau tahun lalu hanya diikuti oleh 50 UMKM, sekarang jumlah pesertanya bertambah menjadi 100 dan kegiatan berjalan dengan lancar,” katanya.

Dia mengakui, cuaca memang sedang tidak bersahabat. Hujan disertai angin kencang sering bikin cemas. Bahkan di hari-hari menjelang penutupan penjual mpekmpek tidak bisa berjualan karena tendanya patah diterpa angin.

“Namun semua tetap semangat demi cuan untuk menyambut Lebaran. Bazar UMKM cukup ramai pengunjung. Dan, yang menggembirakan, dagangan laku,” ujar Asfuri.

Kenyataan itu, sambung Asfuri, sesuai dengan harapan pengelola MAJT An-Nuur. Kampung Ramadhan bertujuan untuk menyemarakkan Ramadhan, memakmurkan masjid, sekaligus bisa mensejahterakan masyarakat.

Atas dasar itu, Asfuri berkeinginan agar event Kampung Ramadhan tahun depan bisa diselenggarakan lebih baik lagi. Lokasinya digeser ke arah Utara dekat bangunan masjid lama yang dijadikan perpustakaan dan MAJT Mart.

Asfuri pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap kerja sama para pihak yang terlibat dalam kegiatan selama sepekan tersebut.

Baik panitia penyelenggara, para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), pengisi acara maupun para petugas dari MAJT An-Nuur.

Ketua Panitia Penyelenggara, Edward Alfian, juga merasa lega. Kegiatan bisa berlangsung aman dan tertib.

Kondisi demikian karena adanya tenda besar yang dipasang di area parkir. Selain menampung aktifitas UMKM dalam jumlah lebih banyak.

Di sini ada beragam jenis makanan dan minuman dijajakan. Dari bakso, batagor, sosis bakar, mpek-empek dan tempura, siomay, dinzum. Begitu juga jenis minuman, dari es dawet, es teler hingga minuman kemasan.

Walaupun durasi waktu jualan relatif singkat, tetapi semua UMKM dapat menjaring rejeki. Bahkan laris manis.

Hal itu diakui salah seorang pedagang.
“Saya jualan pentol kriwil, dari jam 16.30 sampai pukul 19.00 WIB, habis antara 50 – 100 porsi,” ujar Arfan.

Ada juga pedagang yang tidak bisa ikut beraktifitas lagi di MAJT lainnya, seperti UMKM lainnya. Karena dagangannya sudah habis dipesan pelanggan saat akan dibawa ke Kampung Ramadhan.

Para pengunjung juga cukup leluasa berbelanja sambil menikmati hiburan pentas musik religi dari beberapa group.

Di antaranya, Qasima dari Ngabean, Secang; Group Rebana Nadalia dan Nadalia Yunior; Group Rebana Komteporer Kalimosodo dari Borobudur; Sweetness dari Muntilan; Sultan Mandama Music group band MAN 2 Magelang; serta JDS RTQ MAJT An-Nuur. (Tri Budi)