Jatengpress.com, Kota Tegal – Pemerintah Kota Tegal kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peluncuran Forum Investasi Tegal (FIT) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sebayu Convention Hall, Hotel Bahari Inn Tegal, Rabu (21/1/2026).
Forum Investasi Tegal 2026 mengusung tema “Amazing Tegal, Amazing Investment, Amazing Services” sebagai wujud nyata komitmen Pemkot Tegal menghadirkan iklim investasi yang menarik, aman, serta didukung pelayanan cepat, transparan, dan berorientasi pada kepastian usaha.
Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan. Data potensi dan partisipasi yang tercatat antara lain 119 properti lahan kosong dan bangunan, 113 sektor perdagangan dan jasa skala kota, 169 pelaku usaha menengah dan besar, 18 perbankan dan lembaga keuangan dan 9 notaris.
Forum ini sejalan dengan RPJMD Kota Tegal Tahun 2025–2029 dengan visi “Tegal Berdikari dan Sejahtera, Menjadi Kota Idaman”, khususnya misi kelima yakni membuka akses investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan peran masyarakat.
Melalui aplikasi yang diluncurkan, Pemkot Tegal berupaya memperluas jejaring pelaku usaha, UMKM, dan investor, sekaligus meningkatkan literasi investasi dan perdagangan di masyarakat. Aplikasi ini juga menjadi sarana promosi branding Kota Tegal sebagai kota tujuan investasi serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemkot Tegal membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk berinvestasi secara aman, nyaman, dan berkelanjutan. “Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata Pemerintah Kota Tegal untuk menghadirkan iklim investasi yang menarik, aman, dan didukung pelayanan cepat, transparan, serta berorientasi pada kepastian usaha,” ujar Dedy Yon.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPMPTSP Kota Tegal atas terselenggaranya forum tersebut sebagai wadah strategis mempertemukan pemilik lahan dengan calon investor.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kami percaya investasi berkualitas akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal,” lanjutnya.
Dalam rangka memberikan kemudahan investasi, Pemkot Tegal terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Hingga saat ini, tercatat 492 Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) telah diterbitkan sebagai bentuk kepastian regulasi dan kemudahan berusaha.
Selain itu, Pemkot Tegal menawarkan berbagai keunggulan strategis, mulai dari posisi Kota Tegal di jalur Pantura, dukungan infrastruktur dan konektivitas transportasi darat serta laut, kemudahan akses pasar regional dan nasional, hingga ketersediaan sumber daya manusia yang kompetitif.
“Kota Tegal memiliki potensi besar sebagai kota jasa, perdagangan, industri kreatif, dan logistik. Dengan dukungan infrastruktur dan budaya kewirausahaan yang kuat, Kota Tegal menyimpan peluang investasi yang sangat menjanjikan di berbagai sektor,” ungkap Wali Kota.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Tegal juga menyerahkan penghargaan kepada Pelaku Usaha Patuh LKPM atas kepatuhan dalam penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal. Penghargaan diberikan kepada PT Dongcai Garment Indonesia, PT Teng Fei Glory Indonesia, PT Asaputex Jaya, PT Astra Internasional Tbk dan CV Ocean Clean Marine Indonesia. (*)


