Jatengpress.com, Tangerang – Program Journalism Fellowship on CSR (JFC) Batch III Tahun 2026 resmi dimulai. Acara kick off digelar di Rumah Belajar TBIG, Karawaci, Tangerang, Banten, pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini diikuti seluruh peserta atau fellows JFC Batch III, dengan delapan peserta hadir secara langsung bersama mentor serta narasumber/trainer, sementara tujuh peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Alumni JFC Batch I dan II juga turut hadir secara virtual.
Diawali dengan doa, acara kemudian dilanjutkan sambutan dan penjelasan program JFC Batch III oleh keynote speech Direktur Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Nurcholis MA Basyari. Ia pun kemudian secara resmi membuka program dengan tema “CSR dalam Perspektif Filosofi Bisnis: Peluang dan Tantangan Pelaksanaannya” itu.
Nurcholis MA Basyari menyampaikan apresiasi kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya mengapresiasi karena bagaimana pun kami telah di-support oleh TBIG. Kita niatkan ikhlas untuk menyukseskan program diklat kita pendidikan jurnalisme kita yang tidak lain adalah untuk menopang bagaimana kita bisa membuat karya jurnalistik yang berkualitas,” kata Nurcholis.
Ia menambahkan, semangat kolaborasi antara GWPP, TBIG dan insan pers memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan perubahan positif melalui kerja jurnalistik maupun program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Karena istilahnya, kerja kita baik TBIG maupun GWPP dan jurnalis titik temunya adalah kerja perubahan. Koh Si An berkali-kali menekankan kerja CSR ini adalah kerja untuk perubahan ke arah yang lebih baik bukan hanya untuk TBIG tapi untuk masyarakat yang terdampak program ini,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, memaparkan profil perusahaan sekaligus berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan TBIG. Ia menjelaskan bahwa implementasi CSR TBIG berlandaskan prinsip keberlanjutan, dampak sosial, serta keselarasan dengan standar ISO 26000 dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain itu, Lie Si An juga menjabarkan filosofi dan misi CSR TBIG, pilar utama program, prinsip dasar pelaksanaan CSR, hingga berbagai program unggulan yang telah dijalankan perusahaan, termasuk Journalism Fellowship on CSR.
Menurutnya, program JFC menjadi wadah kolaborasi bersama jurnalis untuk memperluas pemahaman dan publikasi praktik CSR yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
“Program ini bisa menjadi inspirasi juga bagi perusahaan lain, sekaligus juga dengan teman-teman melihat kami pun juga terbuka untuk menerima masukan,” kata Lie Si An.
Acara kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta baik yang hadir secara langsung maupun virtual dengan Direktur GWPP, Chief of Business Support Officer TBIG, serta para mentor.
Sebagai tambahan informasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk atau yang lebih dikenal dengan TBIG adalah perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi. Berdiri pada tahun 2004, saat ini TBIG merupakan salah satu perusahaan menara terbesar di Indonesia. TBIG memiliki dan mengoperasikan lebih dari 21.000 site telekomunikasi di seluruh Nusantara.
Bussiness utama TBIG adalah menyewakan ruang pada site sebagi tempat pemasangan antena dan peralatan lain yang tertransmisi sinyal nirkabel. Hal ini diatur dalam skema perjanjian kontrak jangka panjang dengan operator telekomunikasi di Indonesia. (RH)






