13 Mei 2026 20:13 GMT
De’Loano Glamping Tawarkan Sensasi ‘Healing’ di Tengah Hutan Pinus Menoreh
Jatengpress.com, Purworejo — Momentum libur panjang dimanfaatkan banyak wisatawan untuk mencari tempat beristirahat yang nyaman sekaligus menyuguhkan suasana alam yang menenangkan. Salah satu destinasi yang kini kembali menarik perhatian adalah De’Loano Glamping di kawasan Perbukitan Menoreh, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur, kawasan glamping ini hadir dengan wajah baru melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan yang lebih modern, tanpa meninggalkan nuansa alami khas hutan pinus Menoreh. Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, mengatakan revitalisasi De’Loano dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berkemah dengan fasilitas nyaman dan berkualitas. “Wisatawan sekarang ingin merasakan suasana alam yang tenang, tetapi tetap mendapatkan kenyamanan saat menginap. Karena itu kami melakukan pembaruan fasilitas secara menyeluruh agar pengalaman menginap di De’Loano semakin berkesan,” ujar Yusuf, Rabu (13/5/2026). Ia menjelaskan, tenda-tenda glamping kini dilengkapi interior yang lebih elegan dengan furnitur baru, linen yang lebih nyaman, hingga kamar mandi dalam lengkap dengan pemanas air. Selain itu, setiap tenda juga telah dilengkapi meja rias, lemari mini, cermin besar, hingga ketel pemanas air untuk kebutuhan tamu. Tak hanya memperbarui area penginapan, pengelola juga melakukan perbaikan fasilitas pendukung seperti amphitheater, panggung terbuka, mushola, dan area sanitasi. Menurut Yusuf, pembenahan dilakukan agar wisatawan dapat menikmati suasana alam dengan lebih nyaman. “Setiap sudut De’Loano kami siapkan dengan lebih baik. Kami ingin pengunjung benar-benar mendapatkan pengalaman menginap yang nyaman sekaligus menikmati panorama alam Menoreh,” katanya. Mengusung konsep wellness tourism, De’Loano Glamping menawarkan pengalaman relaksasi di tengah udara segar pegunungan. Suasana hutan pinus yang sejuk dipadukan dengan fasilitas modern menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari-hari. Selain fokus pada pelayanan wisata, pengelola juga melibatkan masyarakat sekitar dalam operasional kawasan. Warga dilibatkan mulai dari penyediaan bahan pangan lokal hingga tenaga kerja untuk pengelolaan kawasan wisata. Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara, menyebut keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem pariwisata di kawasan Borobudur Highland. “Kami ingin kehadiran De’Loano tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” tutur Harfiansa. Untuk memudahkan wisatawan, reservasi kini dapat dilakukan secara digital melalui akun Instagram resmi maupun layanan pelanggan. Sistem pembayaran juga sudah mendukung transaksi non-tunai menggunakan QRIS. Dalam masa soft launching, pengelola turut menawarkan berbagai promo dan potongan harga bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman glamping di kawasan Menoreh tersebut. De’Loano Glamping menyediakan dua pilihan tenda dengan kapasitas empat orang per unit, yakni Standard Tent seharga Rp600 ribu dan Superior Tent Rp700 ribu per malam. Setiap tenda dilengkapi empat tempat tidur single, sarapan, air mineral, kamar mandi air panas, perlengkapan mandi, ketel listrik, serta akses WiFi gratis. Selain fasilitas menginap, wisatawan juga dapat menikmati beragam sajian kuliner khas Indonesia, jajanan tradisional, hingga paket barbecue dan buffet untuk rombongan. (Vale)