Jatengpress.com, Borobudur — Prosesi pelepasan lampion (lentera) merupakan salah satu momen paling dinantikan, masyarakat dalam rangkaian perayaan Waisak.
Tradisi itu tak sekadar indah secara visual. Tetapi juga mencerminkan perjalanan batin untuk berefleksi, menenangkan diri, dan menguatkan harapan.
Direktur Komersial IDM (InJourney Destination Management) Richard Gistang Panutur mengatakan, cahaya lampion yang terbang ke langit membawa doa dan harapan. Melahirkan suasana yang penuh makna di tengah kemegahan warisan budaya dunia.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bisa mengikuti prosesi ini secara khidmat dan nyaman,” jelas Gistang, dalam rilisnya, Kamis (26/05/2026).
Menurut Gistang, perayaan Waisak di Borobudur menjadi ruang perjumpaan antara nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan. IDM mengajak seluruh pengunjung untuk mengikuti ketentuan yang berlaku selama perayaan berlangsung, demi menjaga kekhidmatan serta kelestarian kawasan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.
“Pelepasan lampion tidak hanya tradisi, melainkan momentum refleksi yang mengajak kita semua untuk melepaskan hal-hal yang membebani, sekaligus menumbuhkan harapan baru. Kami berharap setiap pengunjung dapat merasakan ketenangan, kebersamaan, serta makna mendalam dari perayaan ini,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan yang terkelola dengan baik, perayaan Waisak diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga pengalaman yang membekas, memperkuat nilai toleransi, serta menghadirkan harmoni antara manusia, budaya, dan alam.
Untuk itu, IDM mengajak masyarakat luas untuk merasakan pengalaman tak terlupakan dengan membuka penjualan tiket lampion Waisak di Borobudur di kanal https://ticket.injourneydestination.id/.
Dia menyebutkan, tiket lampion Waisak tersedia dengan harga Rp950 ribu untuk wisatawan nusantara(wisnu).dan Rp 1,2 juta bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Tiket ini termasuk ikut pelepasan lampion, tiket masuk kawasan pada 31 Mei 2026. Juga disertai perlengkapan pendukung seperti kaos merchandise Waisak, tote bag, wishing card, pulpen, jas hujan, mini flashlight, serta layanan shuttle kendaraan listrik pulang-pergi. Penjualan tiket ini telah dibuka sejak 18 April 2026 hingga 31 Mei 2026.
Bagi yang menginginkan pengalaman lebih mendalam, tersedia paket tiket lampion yang terintegrasi dengan kegiatan sunrise pradaksina. Paket ini mengajak peserta untuk menjalani langsung prosesi pradaksina berjalan sambil bermeditasi berkeliling Candi Borobudur di pagi hari, setelah malam pelepasan lampion.
Peserta bisa merasakan khidmatnya praktik kesadaran penuh (mindfulness). Peserta berjalan sambil memusatkan perhatian penuh pada setiap gerakan tubuh, sensasi telapak kaki yang menyentuh tanah, dan ritme napas di pelataran situs Warisan Dunia.
Paket ini ditawarkan dengan harga Rp1.350.000,00 untuk wisatawan nusantara dan Rp1.750.000,00 untuk wisatawan mancanegara.
Selain fasilitas tiket lampion, pengunjung juga mendapatkan akses masuk kawasan pada 31 Mei dan 1 Juni 2026, tiket mengikuti sunrise pradaksina, serta layanan upanat dan transportasi EV wara-wiri di dalam kawasan. Penjualan paket ini dimulai pada 25 April 2026 hingga 31 Mei 2026.
Tiket Tribun.
Bagi masyarakat yang ingin menonton pelepasan lampion Waisak di Borobudur, tersedia tiket menonton dari tribun di sisi selatan (samping) Marga Utama Candi Borobudur sebagai lokasi utama pelepasan lampion.
Tiket dibandrol Rp250.000 untuk wisnu dan Rp350.000 untuk wisman meliputi akses masuk kawasan pada 31 Mei 2026 serta tempat duduk di tribun saat pelepasan lampion. Penjualan tiket tribun dibuka pada 2-31 Mei 2026.
Selain itu, tersedia tiket masuk untuk menyaksikan suasana pelepasan lampion di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur seharga Rp65.000 untuk wisnu dan Rp150.000 untuk wisman Penjualan tiket dibuka pada 9-31 Mei 2026. (TB)






