Jatengpress.com, Semarang – Memantapkan diri sebagai partai yang dekat dengan rakyat, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar pengobatan gratis dan makan siang gratis Dapur Marhaen bagi masyarakat, Jumat (10/4/2026).
Acara tersebut merupakan kegiatan perdana dan terpusat untuk Jawa Tengah. Rencananya pengobatan gratis dan makan siang gratis akan digelar rutin setiap tanggal 10, di semua DPC PDIP Se-Jawa Tengah.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Dolfie Othniel Frederic Palit menerangkan, tanggal 10 setiap bulannya dipilih, karena tanggal 10 merupakan tanggal kelahiran atau tanggal ulang tahun PDIP.
Sebagaimana diketahui hari lahir PDIP diperingati setiap tanggal 10, merujuk pada terbentuknya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) 10 Januari 1973.
Untuk gelar pengobatan gratis yang perdana ini dipusatkan di Panti Marhaenis DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Jalan Brigjen Katamso 24 Semarang. Untuk selanjutnya mulai bulan depan, diadakan serentak di seluruh DPC PDI Perjuangan (tingkat kabupaten/kota) di Jawa Tengah.
“Ke depannya kegiatan akan diadakan secara rutin setiap bulan setiap tanggal 10. Kegiatan ini bermaksud untuk mendekatkan rakyat dengan kantor PDI Perjuangan sebagai rumahnya rakyat, sebagai rumahnya wong cilik. Sebelumnya, kegiatan ini pernah diadakan oleh masing-masing DPC-DPC dengan inisiatif masing-masing DPC. Mulai bulan depan setiap tanggal 10 di seluruh DPC di Jateng akan dilakukan kegiatan yang sama di masing-masing DPC,” papar Ketua DPD PDIP Jateng Dolfie Palit didampingi Sekretaris, Sumanto yang juga Ketua DPRD Jateng, di sela-sela acara.

LAYANAN KESEHATAN : Warga sedang mendapatkan pelayanan kesehatan pemeriksaan tensi, pada acara pengobatan gratis dan makan gratis Dapur Marhaen, di DPD PDI Perjuangan Jateng Jalan Brigjen Katamso 24 Semarang, Jumat (10/4/2026). Foto : Sucipto
Pada kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang ini, dihadirkan tim dokter dan paramedis dari Puskesmas Halmahera, berjumlah 10 orang beserta pendukung kerjanya.
Jumlah warga yang datang untuk periksa kesehatan tidak dibatasi, hanya saja waktunya yang dibatasi. Kerjasama dengan dinas kesehatan puskesmas Halmahera.
“Bagi warga yang ingin periksa, tidak ada syarat, datang pendataan dengan KTP. Kenapa perlu KTP, karena siapa tahu nanti ada rujukan untuk ke rumah sakit, maka datanya sudah ada. Kalau ditemukan pasien harus ada rujukan, maka akan dirujuk ke rumah sakit, maka perlunya KTP karena kalau ada rujukan, maka data pasien ini kan sudah terintegrasi di Dinas Kesehatan, di BPJS Kesehatan. Jadi ini sangat diperlukkan,” ujar Dolfie.
Sedangkan untuk Klinik Kesehatan yang selama ini telah berada dan buka permanen di Panti Marhaenis, Dolfie mengungkapkan bahwa selama ini Klinik Kesehatan sudah buka layanan setiap hari di DPD PDI Perjuangan Jateng.
“Ke depannya klinik ini sudah permanen, bahkan klinik kami difungsikan juga untuk menampung pasien yang dari daerah yang berobat ke Semarang tapi belum bisa pulang dan harus menginap, bisa menginap disini. Selama ini sudah jalan di bawah koordinasi Bu Messy, sudah jalan,” ujar Dolfie.
Pada kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, animo warga nampak begitu tinggi. Baru satu jam dibuka, sudah lebih dari 60 warga datang mendaftar untuk periksa kesehatan, dan jumlah tersebut terus bertambah. Setelah mendapat pemeriksaan medis, warga mendapatkan obat gratis sesuai kondisi gangguan kesehatan yang dialami.
Dolfie sendiri sempat ikut mendaftar untuk dilakukan cek kesehatan pada acara tersebut tersebut. ” Tadi cek tensi dan agak tinggi,” tutur dia.
Selain mendapat pelayanan kesehatan, warga juga dipersilahkan untuk menikmati makan gratis yang dilayani oleh personel DPD PDI Perjuangan, dengan tajuk Dapur Marhaen.
Rumah Aspirasi
Dolfie yang juga anggota Komisi XI DPR RI mengungkapkan, pengobatan gratis dan makan siang gratis bagi warga ini, merupakan bagian dari upaya PDI Perjuangan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Jadi supaya kantor partai itu tidak kelihatan terpisah dari masyarakat. Kami ingin menjadikan kantor DPD PDI Perjuangan Jateng sebagai rumah aspirasi masyarakat, rumah aspirasinya wong cilik.
Kepada DPC-DPC di seluruh Jateng yang menggelar pengobatan gratis setiap tanggal 10 juga diarahkan agar tetap menjadikan diri sebagai rumah masyarakat atau rumahnya wong cilik, sehingga bukan hanya dalam hal kesehatan saja yang dilayani, namun juga menampung dan menindaklanjuti apabila warga yang datang tersebut membawa berbagai macam aspirasi.
“Jadi dalam kegiatan semacam ini bisa saja masyarakat menyampaikan aspirasinya, terkait dengan situasi di desanya, di kampungnya, nanti kan tinggal oleh partai aspirasi ini bisa disalurkan kepada anggota DPRD kabupaten, atau disalurkan kepada DPRD provinsi, atau disalurkan kepada DPR RI atau dapat juga disalurkan juga kepada Pemda yang Pemdanya dari PDI perjuangan,” ujar Dolfie. (CIP)






