Jatengpress.com,Purworejo-Dari genangan tambang menjadi ladang kepedulian. Itulah yang dilakukan Pemerintah Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, dengan menggelar lomba mancing amal di kawasan quarry Wadas, Senin (01/06/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta itu tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menghasilkan santunan bagi delapan anak yatim piatu di desa setempat.
Lomba mancing yang diselenggarakan Pemerintah Desa Wadas bersama Karang Taruna Desa Wadas tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Purworejo, tetapi juga datang dari Wonosobo, Magelang, dan sejumlah daerah lainnya.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp1.750.000 dan dibagikan kepada lima pemenang. Selain menjadi ajang menyalurkan hobi memancing, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menggalang dana sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., Camat Bener, sejumlah kepala desa di wilayah sekitar, Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Suwarto, serta tokoh masyarakat.
Kepala Desa Wadas, Fahri Setyanto mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari inisiatif pribadinya yang menebar berbagai jenis ikan di genangan air bekas galian proyek sekitar empat bulan lalu.
Menurut Fahri, ikan-ikan yang awalnya berukuran kecil kemudian tumbuh besar sehingga muncul gagasan untuk memanennya melalui lomba mancing yang melibatkan masyarakat.
“Awalnya saya melepas ikan-ikan kecil seperti nila, patin, tawes, melem, beraskap hingga ikan emas. Setelah sekitar empat bulan, ikan-ikan itu tumbuh besar dan muncul gagasan untuk memanennya melalui lomba mancing,” katanya.
Fahri menegaskan, kegiatan tersebut tidak bertujuan mencari keuntungan pribadi. Dana yang terkumpul dari pendaftaran peserta justru disalurkan kepada delapan anak yatim piatu di Desa Wadas.
“Ini bukan untuk mencari keuntungan. Justru hasil kegiatan kami salurkan kepada anak-anak yatim piatu di Desa Wadas. Alhamdulillah setelah lomba selesai, bantuan langsung diberikan,” tegasnya.
Dijelaskan Fahri, arena lomba mancing diberi nama Randu Alas Mancing Mania Desa Wadas, terinspirasi dari keberadaan pohon randu berukuran besar yang tumbuh di sekitar lokasi. Nama tersebut kini mulai dikenal sebagai identitas kawasan pemancingan yang muncul di tengah area proyek.
Lanjutnya, selain menjadi sarana rekreasi dan silaturahmi, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa ruang yang muncul akibat aktivitas pembangunan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ke depan, Fahri berharap setelah aktivitas penambangan selesai, kawasan tersebut dapat memiliki embung permanen yang mampu mendukung kebutuhan pertanian warga.
“Kami berharap nantinya ada embung yang dibangun di atas. Tidak hanya untuk perikanan, tetapi juga untuk mengairi lahan pertanian warga, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra mengapresiasi kreativitas Pemerintah Desa Wadas yang mampu memadukan kegiatan rekreasi dengan aksi sosial. Menurutnya, lomba mancing yang digelar tidak sekadar menjadi sarana menyalurkan hobi masyarakat, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi anak yatim piatu di desa setempat.
“Ini ide yang sangat positif. Kegiatan mancing dikemas tidak hanya sebagai penyaluran hobi, tetapi juga memiliki nilai sosial karena hasilnya diberikan kepada anak yatim. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pak Kades dan masyarakat Desa Wadas,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut menjadi contoh baik bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” pungkasnya. (AYG)






