Jatengpress.com,Purworejo-Fajar bahkan belum benar-benar merekah ketika rumah sederhana di RT 03 RW 05 Karangjati, Kelurahan Cangkrepkidul, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah, mulai dipenuhi sanak keluarga dan para tetangga, Rabu (20/05/2026) dini hari.
Lantunan doa, adzan hingga talbiyah mengalun pelan memecah sunyi pagi. Suasana haru menyelimuti rumah itu saat Drs Iswahyudi berpamitan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Ani Sa’adah.
Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Purworejo tersebut akhirnya menapaki perjalanan yang telah ia tunggu selama 13 tahun.
Dengan mata berbinar, pria 58 tahun itu tampak menyalami satu per satu keluarga dan warga yang datang mengantarkan keberangkatannya menuju Tanah Suci.
“Tentu sangat bersyukur. Sudah menunggu lama, akhirnya tahun ini bisa berangkat bersama istri,” katanya haru.
Perjalanan menuju Makkah bagi Iswahyudi bukanlah perjalanan singkat. Ia mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2013. Namun keberangkatannya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Di balik keberangkatan itu tersimpan kisah perjuangan panjang. Sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama, Iswahyudi mengaku harus menabung sedikit demi sedikit sambil membesarkan dan menyekolahkan lima anaknya.
Kelima anaknya kini telah menempuh jalan masing-masing. Dua di antaranya sudah berkeluarga, dua lainnya masih menempuh pendidikan perguruan tinggi, sedangkan anak bungsunya tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah.
“Pelan-pelan menabung sambil menyekolahkan anak-anak,” katanya.
Suasana haru semakin terasa ketika Iswahyudi diberangkatkan dari rumah menuju Pendopo Kabupaten Purworejo. Sejumlah kendaraan keluarga mengiringi perjalanan, sementara grup sholawat Arab turut mengantar langkahnya menuju titik keberangkatan.
Sejak pukul 04.30 WIB, prosesi pelepasan telah dimulai dengan pembacaan doa dan pamitan kepada keluarga maupun warga sekitar.
Bagi Iswahyudi, perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan panjang yang dipenuhi kesabaran dan doa bertahun-tahun.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, saudara serta para tetangga yang ikut membantu dan mengantarkannya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Semoga ibadah kami lancar, diberikan kesehatan dan bisa pulang menjadi haji mabrur,” ucapnya.
Iswahyudi menjadi salah satu dari 47 calon jemaah haji Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam Kloter 26. Mereka diberangkatkan menuju Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), Rabu (20/05/2026).
Keberangkatan kloter terakhir itu dilepas langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti bersama jajaran Forkopimda, pimpinan Kementerian Agama dan kepala perangkat daerah.
Dengan diberangkatkannya Kloter 26, seluruh tahapan pemberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Purworejo tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi tuntas dengan total 755 jemaah.
Di antara ratusan jemaah tersebut, kisah Iswahyudi menjadi pengingat bahwa sebagian perjalanan memang membutuhkan waktu panjang dan kesabaran. Namun bagi mereka yang terus menjaga harapan, ada saat ketika doa yang dipanjatkan bertahun-tahun akhirnya menemukan jalannya. (*)
Ket foto: Drs Iswahyudi bersama keluarga saat prosesi pamitan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji menuju Tanah Suci.






