Polres Purworejo Kebut Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Kebon Gunung, Loano

Jatengpress.com,Purworejo-Polres Purworejo melaksanakan kerja bakti untuk mempercepat pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dukuh Sembuh, RT 01/RW 02, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 personel yang bersama-sama mengangkat dan memasang material rangka baja IWF.

Dalam kerja bakti tersebut, satu batang rangka utama jembatan berhasil dipasang hanya dalam setengah hari. Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, menyampaikan bahwa pekerjaan akan dilanjutkan kembali untuk pemasangan rangka berikutnya.

“Progres pembangunan saat ini sekitar 40 persen. Masih ada tahapan pemasangan rangka, papan jembatan, pagar pembatas, hingga akses jalan menuju jembatan,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, jika tidak terkendala cuaca, pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, intensitas hujan yang tinggi serta kiriman banjir dari Sungai Bogowonto menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengerjaan.

Kapolres berharap pembangunan dapat segera rampung agar aktivitas masyarakat kembali normal.

“Saat ini warga, terutama petani, masih terkendala karena harus menggunakan jembatan darurat dari bambu yang rawan hanyut. Kami ingin jembatan ini segera selesai agar hasil panen bisa diangkut dengan lebih mudah,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini didanai melalui swadaya yang dihimpun Kapolres Purworejo, serta dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta. Semangat gotong royong menjadi landasan utama dalam proyek ini.

Sementara itu, Kepala Dusun Sembuh, Roni Pasla, mengapresiasi keterlibatan langsung jajaran kepolisian Polres Purworejo dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut pemasangan rangka baja tahap awal berjalan lancar dan berharap cuaca mendukung proses selanjutnya.

“Semoga tidak ada kendala seperti hujan dan banjir, sehingga pembangunan bisa berjalan lancar. Jembatan ini nantinya sangat penting untuk akses petani dan juga mendukung jalur lingkar desa di area persawahan,” ungkapnya.

Sebelum pembangunan jembatan permanen ini dimulai, warga mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang kerap hanyut akibat derasnya arus Daerah Irigasi Bogowonto. Kehadiran jembatan baru ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh hingga 20–25 menit serta meningkatkan keamanan dan efisiensi distribusi hasil pertanian dari Desa Kebon Gunung, Mudalrejo, dan Maron.

Dengan percepatan pembangunan ini, masyarakat berharap Jembatan Merah Putih Presisi segera dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga secara lebih optimal. (*)