Jatengpress.com, Kota Mungkid – Polresta Magelang menerjunkan 675 personel untuk pengamanan selama 13 hari masa libur Lebaran atau perayaan Idul Fitri 1447H / 2026 M (13 – 25 Maret 2026).
Jumlah itu nantinya dibantu dari TNI dan Pemerintah Daerah seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, BNPB dan instansi lainnya.
“Kita semua akan all out dalam operasi ketupat candi karena juga selalu siaga terhadap bencana hidro meteorologi,” kata Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, Kamis (12/03/2026).
Dia mengatakan itu usai apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 di Halaman Stadion Amarta Kabupaten Magelang. Apel dipimpin Bupati Magelang Grengseng Pamuji, didampingi Kapolresra dan Dandim 0705 Magelang.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026. Dalam pengamanan arus mudik, telah dipetakan titik-titik rawan kemacetan.
Herbin menyebut 2 titik macet cukup krusial di Kabupaten Magelang. Yakni, Simpang Artos dan Payaman. Namun ada beberapa lokasi lain yang bakal terjadi kemacetan.
Selain pengamanan arus lalu lintas, aparat juga memfokuskan perhatian pada kegiatan masyarakat saat Idulfitri, seperti pelaksanaan salat Ied, kegiatan silaturahmi, hingga kunjungan ke objek wisata.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas di Kabupaten Magelang kerap terjadi pada H+2 hingga menjelang arus balik Lebaran, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi.
Objek pengamanan selama operasi meliputi terminal, pasar, masjid, serta lapangan yang digunakan untuk pelaksanaan salat Id. Berdasar data yang dihimpun, ada 72 masjid dan 45 lapangan yang digunakan masyarakat untuk salat Ied.
Karena Kabupaten Magelang merupakan daerah tujuan wisata, kata kapolresta, pihaknya menempatkan pos pelayanan di Borobudur dan Ketep Pass. Selain itu, ada beberapa pos pantau di objek wisara lainnya.
Mengingat curah hujan masih relatif tinggi, Herbin mengimbau masyarakat yang akan menuju Magelang agar selalu waspada. Juga perlu memonitor perkembangan situasi.
“Karena beberapa titik di daerah Magelang rawan lingsor, sehingga perlu memantau situasi melalui media sosial yang ada,” imbaunya.
Usai apel dilakukan pemusnahan 4.275 botol minuman keras berbagai merk dan 15 jerigen jenis ciu.
“Ini hasil operasi beberapa waktu terakhir, khususnya menjelang bulannsuci Ramadhan sampai memasuki Operasi Ketupat Candi pada hari ini,” tukasnya.
Bupati Grengseng Pamuji mengatakan, pihaknya mendukung operasi ketupat candi denfan melibatkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
Sebagai daerah tujuan wisata, bupati menyatakan siap menerima kunjungan wisatawan. Dia berharap, tradisi mudik menjadi salah satu evenr wisata yang memberikan muktiplier effec bagi masyarakat Kabupaten Magelang.
“Semoga bisa memberikan satu dorongan agar naik okupansi hotelnya, perputaran uang di bidang wisata juga naik,” harapnya.
Grengseng mengimbau warga yang berlebaran di Kabupaten Magelang agar berhati-hati dan antisipasi kondisi cuaca. Karena untuk wilayah di lereng-lereng gunung memiliki potensi longsor dan banjir lahar dingin.
Selain itu, pihaknya tengah memetakan untuk memasang rambu bahaya di daerah rawan longsor.
Dandim 0705 Magelang Letkol Afrizal menambahkan, pihak TNI sudah melaksanakan siaga untuk persiapan lebaran. Melakukan kolaborasi antara TNI, Polri beserta Forkompomda. Untuk pengamanan sudah menentukan titik-titik lokasi seperti Secang dan Artos.
Dia menyebut sekitar 350 personel yang tersebar di semua Koramil. Masing-masing Koramil menyiagakan 1 regu setiap hari.
“Di Kodim sendiri ada satu SST dan satu regu untuk penanggulangan apabila terjadi kurang kondusitas di satu wilayah. Termasuk tadi disampaikan oleh Bupati, kita waspada juga penanggulangan bencana alam karena curah hujan yang cukup tinggi saat ini,” jelasnya. (TB)






