Jatengpress.com, Purbalingga – Kinerja pembangunan Kabupaten Purbalingga pada tahun 2025 menunjukkan tren positif di berbagai sektor. Angka kemiskinan berhasil ditekan, pertumbuhan ekonomi meningkat signifikan, serta kualitas pembangunan manusia terus membaik. Capaian tersebut disampaikan Bupati Purbalingga dalam Rapat Paripurna DPRD saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Jumat (13/3/2026) di Ruang Rapat DPRD.
Secara makro, sejumlah indikator utama pembangunan daerah mengalami perbaikan. Persentase penduduk miskin turun dari 14,18 persen pada 2024 menjadi 12,55 persen pada 2025. Secara jumlah, angka kemiskinan berkurang sekitar 14.920 jiwa, dari 136.720 jiwa menjadi 121.800 jiwa.
“Persentase penduduk miskin tahun 2025 mencapai 12,55 persen. Jika dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar 14,18 persen maka angka kemiskinan Kabupaten Purbalingga mengalami penurunan sebesar 1,63 persen,” ujar Bupati dalam pidatonya.
Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga mencapai 6,36 persen pada 2025, meningkat cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,55 persen. Peningkatan aktivitas ekonomi juga tercermin dari naiknya nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp36,07 triliun, naik Rp2,71 triliun dibandingkan tahun 2024.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga tahun 2025 berdasarkan perhitungan kumulatif triwulan III mencapai 6,36 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 4,55 persen,” kata Bupati.
Peningkatan kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari naiknya pengeluaran per kapita penduduk yang mencapai Rp11,949 juta per orang per tahun, atau meningkat Rp606 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,96 persen menjadi 4,83 persen, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 75,35 persen.
Pada aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga naik menjadi 71,71 dan masuk kategori tinggi. Peningkatan juga terjadi pada angka harapan hidup yang mencapai 74,48 tahun serta angka melek aksara usia 15 tahun ke atas yang mencapai 95,51 persen.
“Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Purbalingga tahun 2025 tercatat 71,71 atau masuk kategori tinggi dan meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Di bidang pendidikan, harapan lama sekolah meningkat menjadi 12,11 tahun, sementara rata-rata lama sekolah mencapai 7,37 tahun. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat Purbalingga.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah pada tahun 2025 mencapai Rp2,13 triliun atau 101,66 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp2,08 triliun atau 96,80 persen dari anggaran yang ditetapkan.
Selain capaian pembangunan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Sepanjang tahun 2025 tercatat sedikitnya 14 kerja sama strategis dilakukan dengan berbagai institusi guna mempercepat pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah.
Bupati menegaskan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami memahami sepenuhnya bahwa segala keberhasilan yang dicapai merupakan hasil kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD serta partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap capaian pembangunan dan berbagai prestasi yang diraih daerah dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat Purbalingga.(*)






