Jatengpress.com, Semarang – Kunjungan Delegasi Prefektur Shiga, Jepang, ke Jawa Tengah tak hanya memperkuat penjajakan kerja sama pengelolaan danau, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang keramahan masyarakat. Sejak mendarat di Bandara hingga berinteraksi langsung dengan warga di Rawa Pening, rombongan mengaku merasakan kehangatan yang tulus dari masyarakat setempat.
Ketua Tim Delegasi Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Prefektur Shiga, Takeshi Tominaga, mengatakan, kunjungan ini merupakan pengalaman pertamanya ke Jawa Tengah. Ia mengaku langsung merasakan suasana yang berbeda yakni keramahan warga.
“Ini pengalaman pertama saya datang ke Jawa Tengah. Yang paling saya rasakan adalah kehangatan dari orang-orang di sini,” ujar Tominaga saat menyampaikan kesan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut dia, sambutan hangat sudah terasa sejak kedatangan rombongan di bandara. Kesan tersebut semakin kuat saat delegasi mengunjungi kawasan Rawa Pening dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Tominaga bahkan menceritakan pengalaman sederhana yang membekas selama perjalanan. Saat kendaraan rombongan melintas di sebuah lokasi warga yang sedang menggelar acara, sopir rombongan memberi salam dan warga spontan membalas dengan ramah.
“Hal kecil seperti itu sangat berkesan bagi saya. Itu menunjukkan budaya yang luar biasa,” katanya.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Prefektur Shiga, khususnya dalam kerja sama pengelolaan danau yang berkelanjutan. Prefektur Shiga dikenal memiliki Danau Biwa, salah satu danau terbesar di Jepang, yang menjadi rujukan dalam tata kelola ekosistem perairan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berharap pertemuan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk di bidang investasi.
“Di Jawa Tengah, masyarakatnya ramah, alamnya indah, keamanannya terjamin, dan perizinannya mudah. Kami terus berkomitmen memberikan kemudahan berusaha bagi para investor,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, Jawa Tengah memiliki posisi strategis di Pulau Jawa dengan luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare dan jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa. Potensi tersebut, menurutnya, perlu didukung oleh investasi dari berbagai negara, termasuk Jepang.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, tidak hanya dari Eropa dan Timur Tengah, tetapi juga dari negara-negara Asia, termasuk Jepang,” katanya.
Kunjungan delegasi Shiga ini diharapkan menjadi momentum penguatan kerja sama bilateral di tingkat daerah, sekaligus memperkenalkan wajah Jawa Tengah sebagai daerah yang ramah, aman, dan terbuka bagi kolaborasi internasional. (*)







