Jatengpress.com, Kota Mungkid – Bupati Grengseng Pamuji melantik 14 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang di Pendopo drh Soepardi Setkab Magelang, Rabu (18/02/2026) sore.
Ke-14 pejabatan tersebut adalah Bela Pinarsi menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Slamet Achmad Husein (Asisten Ekonomi dan Pembangunan).
Nanda Cahyadi Pribadi (Kepala Bappeda-Litbang); M Taufik Hidayat Yahya Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Kekayaan dan Aset Daerah (BPPKAD); Bambang Hermanto (Kepala BPBD); dan Labbaika Nugroho (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik).
Wisnu Argo Budiono (Kepala Dinas Pemdidikan dan Kebudayaan); M Taufik (Kepala Dinas Sosial PPKB dan PPPA);
Iwan Sutiarso (Kepala Dinas Kominfo);
Edi Wasono (Kepala Didagkop-UKM); Gunawan Yudi Nugroho (Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman).
Budi Daryanto – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu); Azis Amin Mujahidin (Kepala Perpustakaan dan Kearsipan); dan Sarifudin (Kepala Satpol PP dan Penanggulangan Kebakaran).
Pelantikan itu menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif terhadap tantangan pembangunan.
Pemkab Magelang menargetkan kolaborasi lintas perangkat daerah mampu mempercepat realisasi program prioritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Grengseng mengatakan, mutasi jabatan bukan sekadar rotasi administratif. Tetapi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintah daerah.
Dia menekankan pentingnya kompetensi dan sistem merit dalam setiap penempatan jabatan.
“Penempatan jabatan hari ini kami upayakan berlandaskab kompetensi dan meritokrasi. Potensi menjadi prioritas dalam menentukan posisi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang,” katanya.
Proses penataan jabatan, menurut dia, telah melalui assesment dan pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat)
Hasilnya diharapkan menjadi pijakan dalam mendorong transformasi birokrasi yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat.
Grengseng meminta para pejabat yang dilantik segera beradaptasi di lingkungan kerja masing-masing dan mengidentifikasi persoalan yang ada di sektor tugasnya. Penyusunan rencana aksi daerah menjadi langkah awal untuk memastikan program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Bupati menambahkan, kinerja birokrasi ke depan harus berbasis data akurat agar capaian pembangunan dapat terukur secara nyata. Dia menilai, masyarakat kini menunggu dampak langsung dari program pemerintah, bukan sekadar target administratif.
“Kunci Pemerintah Kabupaten Magelang ke depan adalah kolaborasi. Tidak ada OPD paling unggul. Semua target hanya bisa dicapai jika seluruh komponen bekerja sama,” katanya. (TB)





