Donasi BPJS di Panti Jompo, Klinik Fitria Medika Menggugah Kepedulian Sosial Perusahan Besar

Jatengpress.com, Asahan – Langkah tertatih tatih sebelas orang lansia berjalan pelan memasuki sebuah klinik kecil, di Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Rabu kemarin (20/5). Didampingi para petugas, mereka baru saja dijemput dari Panti Jompo Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Lanjut Usia, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara.

Para lansia itu sudah lama menjadi pasien klinik yang berdiri sejak tahun 2023 lalu. Tapi kali ini kedatangan mereka bukan untuk berobat. Mereka sengaja dihadirkan pagi itu untuk menerima kepesertaan BPJS Kesehatan dari donasi klinik Fitria Medika, di Dusun 14 desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat kabupaten Asahan.

Saat ini lebih dari 40 lansia penghuni panti Jompo. Kepala Seksi UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kisaran-Rantau Prapat Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Mahendra Pramidito mengakui, dari puluhan lansia penghuni Panti Jompo tersebut, 11 diantaranya belum tercover BPJS. “Ya kita berterima kasih sekali atas donasi yang diberikan klinik Fitria Medika,”ujarnya.

Irwansyah Siagian, sang pendiri Klinik Fitria Medika mengatakan, donasi BPJS yang mereka berikan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian sosial pihaknya. “Sebenarnya ada sebelas lansia yang kita daftarkan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Namun lima orang diantaranya terpaksa ditunda karena tidak memiliki dokumen Kependudukan. Ini sedang kita urus, nanti jika selesai baru kita daftarkan kembali,”ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Asahan itu tampak sibuk menyambut para tamunya di klinik kecil yang dikomandoi oleh istrinya itu. “Jujur saya sangat bahagia,”katanya.

Usia klinik Fitria Medika memang masih terbilang seumur jagung. Namun meski begitu, sejak didirikan di Tahun 2023, lewat klinik ini, dia dan istrinya telah berperan memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat miskin sekitar. Termasuk kepada para penghuni Panti Jompo yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Ternyata menurut Irwansyah masih banyak warga miskin di kabupaten ini yang belum memiliki jaminan sosial kesehatan. “Karena tidak tercover oleh Pemerintah dan Pemerintah daerah,”sebutnya.

Karena itu, Irwansyah Siagian mengajak kepada semua pihak swasta untuk berperan mendonasikan CSR nya ke program BPJS Kesehatan. “Masih banyak warga miskin kita yang tidak memiliki jaminan sosial kesehatan karena tidak tercover oleh Pemkab Asahan,”ujarnya.

Peran Perusahaan Besar Masih Minim

Langkah terobosan klinik Fitria Medika sontak mendapat pujian Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kisaran, Sri Widiastuti. “Langkah pak Siagian ini menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan besar,”ujarnya kepada wartawan.

Akan tetapi pujian ini sekaligus menyindir perusahaan-perusahaan besar yang kepedulian sosialnya di daerah ini ternyata masih terbilang rendah. Dari data Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kisaran sendiri menunjukkan, baru 28 perusahaan swasta –yang sebagian didalamnya merupakan perusahaan swasta kecil– yang terlibat dalam program donasi BPJS Kesehatan bagi warga tidak mampu.

Dari program donasi swasta tersebut, kata Widia, baru sebanyak 1300 jiwa warga tidak mampu yang tercover BPJS gratis. Padahal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, pada Tahun 2020, kabupaten Asahan setidaknya memiliki sebanyak 91 perusahaan dengan skala besar dan sedang. (Edy G Hasby)