DPRD Soroti Pemeliharaan Gedung Sekolah Usai Atap SDN Girilayu Ambrol

KARANGANYAR, Jatengpress.com— Ambrolnya atap bangunan di SD Negeri 01 Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, menjadi sorotan terkait pentingnya pemeliharaan rutin gedung sekolah. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (5/5) pagi itu memicu perhatian DPRD agar sekolah lebih aktif melakukan perawatan bangunan guna mencegah kerusakan berat hingga membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Ali Akbar, mengatakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memang tidak dapat digunakan untuk rehabilitasi bangunan rusak berat. Namun, dana tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk pemeliharaan ringan gedung sekolah.

“Untuk pembangunan atau rehab sekolah roboh memang harus diajukan ke dinas kabupaten. Tetapi BOS masih bisa dipakai untuk pemeliharaan gedung sekolah, sehingga kerusakan bisa dicegah sejak awal,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (8/5).

Menurut dia, pemeliharaan rutin seperti pengecekan atap, plafon, hingga bagian bangunan yang mulai lapuk perlu dilakukan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi bangunan tetap aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Ia menilai kerusakan ringan yang tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi kerusakan berat. Karena itu, pihak sekolah diminta aktif melaporkan kondisi bangunan yang dinilai rawan agar dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, menyampaikan rehabilitasi gedung sekolah rusak berat memang tidak dapat dibiayai melalui dana BOS.

Menurutnya, perbaikan bangunan sekolah dengan tingkat kerusakan berat dapat diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kalau rehab gedung rusak berat memang tidak bisa dari BOS. Nanti Disdikbud bisa mengusulkan melalui DAK pemerintah pusat,” katanya.

Sebelumnya, atap dan bangunan ruang ekstrakurikuler SD Negeri 01 Girilayu, Kecamatan Matesih, dilaporkan roboh pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui penjaga sekolah saat sedang membersihkan area sekolah.

Kalak BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan penjaga sekolah mendengar suara keras sebelum mengetahui salah satu atap ruang sekolah ambruk.

“Setelah dicek ternyata salah satu atap ruang sekolah ada yang roboh,” ujarnya.

Bangunan yang roboh memiliki ukuran sekitar 8 meter x 6 meter dengan tinggi sekitar 4 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena area sekitar bangunan segera diamankan. Dugaan sementara, bangunan roboh akibat konstruksi yang sudah tidak kuat menahan beban atap. (Abdul Alim)