Jatengpress.com, Wonogiri– Sebanyak 34 perusahaan baik dari Wonogiri, Solo Raya, hingga luar daerah seperti Kendal dan Bandung berpartisipasi dalam Wonogiri Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) ini diikuti perusahaan dari berbagai sektor dengan total ribuan lowongan kerja (loker).
Selain itu, turut berpartisipasi perusahaan penempatan pekerja migran untuk peluang kerja luar negeri.
Job fair itu digelar di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri pada Selasa-Rabu (21-22/4).
Kegiatan ini sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Bupati Setyo Sukarno saat membuka acara menyatakan bahwa Wonogiri kini menjadi daerah yang kondusif untuk investasi, dengan iklim investasi yang transparan dan responsif.
“Kepercayaan para investor untuk menanamkan modal di sektor industri, jasa, hingga pariwisata adalah bukti bahwa Wonogiri memiliki potensi besar yang siap dikelola,” katanya.
Total tersedia kurang lebih 6.500 lowongan pekerjaan yang bisa dimanfaatkan para pencari kerja, baik dari Wonogiri maupun daerah sekitar. Tak hanya menyediakan bursa kerja, kegiatan ini juga dilengkapi program ‘smart class’. Program tersebut berupa kelas pembekalan bagi pencari kerja, mulai dari perencanaan karier, persiapan wawancara, hingga bedah curriculum vitae (CV). Selain itu, perusahaan juga difasilitasi untuk melakukan proses wawancara dan seleksi langsung di lokasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Wonogiri menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 16.195 orang, kemudian turun menjadi 14.802 orang pada 2025. Bahkan, Wonogiri berhasil meraih predikat tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah se-Jawa Tengah selama tiga tahun berturut-turut.
“Angka kemiskinan turun menjadi 9,59% pada Maret 2025, dan angka pengangguran turun menjadi 2,16% pada tahun 2025,” ujar Bupati.
Walau begitu, penurunan tersebut tetap harus diimbangi dengan langkah konkret dan berkelanjutan. Salah satunya melalui penyelenggaraan job fair yang mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan.
“Kami berharap dapat mempercepat penempatan tenaga kerja, meningkatkan serapan tenaga kerja lokal, serta membantu fresh graduate agar lebih siap masuk dunia kerja.”
Pemkab Wonogiri juga terus mendorong program pendukung lain, seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja. Sinergi dengan dunia usaha dan industri pun diperkuat guna menjawab tantangan ketenagakerjaan ke depan.(Pm)





