KARANGANYAR, Jatengpress.com— Festival Panen Lombok yang digelar Senkom Mitra Polri Kabupaten Karanganyar menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kegiatan berlangsung di rumah dinas bupati setempat, Selasa (21/4), sekaligus memperingati momentum Hari Kartini.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai, gerakan menanam cabai oleh anggota Senkom turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat rumah tangga.
“Semangat Kartini kita jadikan semangat bersama untuk terus berjuang membangun Karanganyar, termasuk melalui penguatan ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.
Ketua Senkom Mitra Polri Karanganyar, Joko Sutrisno, menjelaskan program tersebut melibatkan seluruh anggota Senkom di wilayahnya. Setiap anggota menanam cabai di rumah masing-masing dengan memanfaatkan 10 polybag.
Menurutnya, dari total 1.235 anggota, terdapat sekitar 12.350 polybag cabai yang ditanam. Dengan estimasi produksi satu kilogram per orang, hasil panen dapat mencapai sekitar satu ton dalam satu periode panen.
“Program ini bertujuan membantu pemerintah daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Harapannya bisa berkelanjutan, bahkan ke depan dikembangkan ke komoditas lain seperti terung dan tomat,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan Gondangrejo, Arif W, mengungkapkan festival ini juga diisi dengan penilaian lomba tanaman cabai terbaik. Penilaian dilakukan secara independen oleh Dinas Pertanian.
Ia menyebutkan terdapat tiga kriteria utama dalam penentuan pemenang, yakni hasil panen, tingkat kesuburan tanaman, serta postur tanaman.
“Yang dinilai pertama hasil panennya, kemudian kesuburannya, dan terakhir postur tanaman,” katanya.
Arif menambahkan, penanaman cabai dilakukan secara serentak sejak 1 Januari 2026 dalam rangka peringatan HUT Senkom Mitra Polri. Pemilihan cabai sebagai komoditas utama dilatarbelakangi tingginya harga cabai saat itu, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
“Kami ingin anggota bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan, terutama saat harga cabai melonjak,” tandasnya. (Abdul Alim)






