Jatengpress.com, Wonogiri – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mendapat pangkat Bupati Sepuh Kanjeng dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkoenagoro X, atau dikenal dengan nama Gusti Pangeran Harya (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. Gelar tersebut tertuang dalam serat kekancingan yang diberikan saat Tingalan Jumenengan Kaping 4 KGPAA Mangkoenagoro X di Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (27/1).
Penghargaan itu merupakan pemberian dari KGPAA Mangkoenagoro yang memiliki hak istimewa sebagai Pengageng Praja Mangkunegaran. Bupati Setyo menjelaskan hubungan Kabupaten Wonogiri dengan Mangkunegaran selama ini terjalin sangat baik. Kabupaten Wonogiri juga sangat berkaitan erat dengan Mangkunegaran. Berdirinya Wonogiri tidak lepas dari peran Pangeran Sambernyawa yang saat itu menjadi Mangkoenagoro I.

“Belum lama ini Mangkoenagoro X kami undang untuk meresmikan monumen Mangkunegaran di Wonogiri. Ini bagian dari kami memeringati dan menjalin hubungan baik dengan Mangkunegaran,” katanya.
Pemkab Wonogiri dan masyarakat selama ini masih menghargai, nguri-uri, serta merawat peninggalan sejarah Mangkunegaran di wilayah ini. Berbagai peringatan dan momentum yang terkait Mangkunegaran juga masih terus dilakukan warga Wonogiri.
Dengan hubungan baik itu, Setyo menyebut Pemkab Wonogiri dan Mangkunegaran akan berkolaborasi dalam banyak hal, terutama dalam bidang pengembangan wisata di Kabupaten Wonogiri.
Berbagai ritual budaya dan peninggalan fisik Mangkunegaran di Kabupaten Wonogiri dapat dioptimalkan untuk kebutuhan wisata. “Sehingga dapat mendorong potensi ekonomi di Kabupaten Wonogiri yang berdampak baik terhadap masyarakat.”
KGPAA Mangkoenagoro X memberikan gelar kepangkatan atau kekancingan kepada 18 tokoh pada acara tersebut. Sejumlah tokoh ini berasal dari berbagai kalangan mulai dari politikus, bupati, artis, hingga direktur BUMN. (Pm)







