Jatengpress.com, Magelang – Hingga pertengahan Ramadhan 1547 H, harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di pasar-pasar wilayah Kota Magelang masih relatif stabil.
“Fluktuasi yang terjadi masih dalam batas kewajaran dan tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas pasokan maupun daya beli masyarakat,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Dikri Olfandi, Minggu (01/03/2026).
Konfirmasi itu didasarkan pada hasil pemantauan di 3 pasar utama serta beberapa gerai ritel modern guna memastikan harga tetap terkendali dan stok mencukupi kebutuhan masyarakat, Sabtu (28/02/2026).
Pantauan dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi di sejumlah pasar tradisional dan swalayan wilayah hukum Polres Magelang Kota.
Dalam kegiatan itu, kapolres bersama jajaran berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengecek harga jual dan ketersediaan stok barang. Tim juga mencatat harga komoditas strategis sebagai bahan evaluasi bersama instansi terkait.
Selain itu, interaksi dengan pembeli dilakukan untuk mengetahui kondisi riil daya beli masyarakat. Situasi pasar terpantau ramai dan aktivitas jual beli berjalan normal.
Menurut kapolres, pemantauan itu merupakan langkah preventif untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami hadir untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak terbebani,” tegasnya.
Disebutkan, harga beras premium dan medium relatif stabil di 3 pasar. Beras premium berkisar Rp14.800 – Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras medium berkisar Rp13.500 per kilogram.
Beras SPHP terpantau pada kisaran Rp12.000 – Rp12.500 per kilogram. Ketersediaan beras dinilai aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk gula dan minyak goreng, harga gula pasir kristal putih sekitar Rp16.500 – Rp17.000 per kilogram. Gula kemasan terpantau berkisar Rp18.000 – Rp18.500 per kilogram.
Minyak goreng curah dijual di kisaran Rp18.000 – Rp18.500 per liter, minyak premium Rp20.000 – Rp21.000 per liter, serta Minyakita Rp15.500 – Rp16.200 per liter. Harga-harga tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran.
Komoditas daging dan telur juga masih tstabil. Harga daging sapi murni berada di kisaran Rp135.000 per kilogram dan paha belakang Rp140.000 per kilogram. Daging ayam ras Rp38.000 – Rp40.000 per kilogram.
Telur ayam ras terpantau pada kisaran Rp26.000 – Rp28.000 per kilogram, dengan stok yang cukup tersedia di lapak pedagang.
Harga masih fluktuatif namun dalam batas wajar. Cabai rawit merah berkisar Rp74.000 – Rp80.000 per kilogram, dan cabai merah besar berkisar Rp46.000 – Rp50.000 per kilogram.
Harga bawang merah relatif stabil di angka Rp40.000 per kilogram, sedang bawang putih berkisar Rp35.000 – Rp37.000 per kilogram. “Pedagang menyebut pasokan dari daerah penghasil masih berjalan lancar,” ujarnya.
Mengenai komoditas lainnya seperti tepung terigu, kacang-kacangan, ikan laut, garam, mie instan, tahu, tempe, jagung pipilan, dan ketela pohon terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan.
Tidak ditemukan adanya kenaikan harga yang mencolok pada barang-barang tersebut. Aktivitas distribusi dari distributor ke pedagang berjalan tertib. Kondisi ini menunjukkan rantai pasok dalam keadaan terkendali.
Dari sisi ketersediaan dan distribusi, stok bahan kebutuhan pokok di ketiga pasar terpantau aman dan mencukupi. Distribusi dari distributor ke pedagang berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Tim juga tidak menemukan indikasi penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan barang di lapangan. Hal ini menjadi indikator bahwa stabilitas pasokan masih terjaga dengan baik. (TB)





