Jatengpress.com, Semarang – Sejumlah umat nampak sibuk di Kelenteng Kwan Sing Bio, Jalan Tanggul Mas Raya 9, Tanah Mas, Semarang.
Pagi itu, Sabtu (31/1/2026), para umat ini melaksanakan ritual Mandi Dewa, yaitu membersihkan kimsin atau rupang dewa yang ada di kelenteng tersebut.
Sejak pagi hari mereka telah berkumpul, untuk bersama-sama melaksanakan peribadatan penting di TITD Kwan Sing Bio Jalan Tanggul Mas Raya 9, Tanah Mas.
Ritual Mandi Dewa dipimpin Ketua Pembina Yayasan Tri Setia Bakti Kelenteng Kwan Sing Bio Jalan Tanggul Mas 9, Suhu Prajito, dimulai jam 09.00.
Ritual Mandi Dewa dilaksanakan di TITD Kwan Sing Bio Jalan Tanggul Mas Raya Semarang, sebagai bagian penting mendekati hari raya Tahun Baru Imlek 2577 tahun 2026 Masehi, yang akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Sebelum bersih-bersih kelenteng dan ritual Mandi Dewa dilaksanakan, terlebih dulu dilaksanakan sembahyang dan doa dipimpin Ketua Pembina Yayasan Tri Setia Bakti Kelenteng Kwan Sing Bio, Suhu Prajito, di ruang utama kelenteng, menghadap ke altar Namo Chia Lan Phu Sa.
Namo Chia Lan Phu Sa merupakan Dewa Keadilan dan Kemakmuran yang ditempatkan sebagai dewa di ruang utama kelenteng tersebut, yang oleh umat Tri Dharma umumnya lazim disebut sebagai Kongco Tuan Rumah.
Parra umat dengan khusyuk mengikuti prosesi sembahyang ini, sebagai maksud menghantar para suci naik ke langit, sekaligus memohon ijin kepada Namo Cia Lan Phu Sa, akan dilaksanakannya bersih-bersih kelenteng dan rupang para dewa yang ada di TITD Kawan Sing Bio.

MANDI DEWA : Umat dengan hati-hati dan cermat menyeka rupang dewa, menggunakan air bunga yang telah didoakan, saat ritual Mandi Dewa, di TITD Kwan Sing Bio, Jalan Tanggul Mas Raya 9, Tanah Mas, Semarang, Sabtu (31/1/2026). Foto : ist
Seusai sembahyang, umat dengan hati-hati menurunkan rupang Namo Cia Lan Phu Sa yang ada di ruang utama kelenteng, untuk dibawa ke bagian depan kelenteng guna dilakukan ritual Mandi Dewa.
Maka kesibukan terlihat baik di dalam maupun di teras depan kelenteng.
Suhu Prajito nampak dengan serius membersihkan rupang Namo Chia Lan Phu Sa, yang merupakan Dewa Keadilan di kelenteng tersebut.
Sedangkan umat yang lain dengan khusyuk, hati dan pikiran yang baik dan bersih, membersihkan semua rupang dewa yang ada, altar kelenteng, genta, serta semua bagian kelenteng khususnya ruang-ruang yang berkaitan untuk bersembahyang, baik di ruang utama maupun di ruang sayap kiri.
Umat ini datang baik dari Kota Semarang maupun dari luar kota. Mereka secara sukarela datang dan turut aktif melaksanakan bersih-bersih kelenteng, yang bagi mereka bisa mendatangkan keberkahan, khususnya menjelang tahun baru Imlek.
Ada yang membersihkan seluruh bagian altar tempat didudukkannya rupang, serta membersihkan sudut-sudut fasilitas peribadatan di ruang kelenteng tersebut.

BERSIHKAN ALTAR : Umat saat membersihkan aktar dan ruang sembahyang pada ritual Mandi Dewan di TITD Kwan Sing Bio, Jalan Tanggul Mas Raya 9, Tanah Mas Semarang, Sabtu (31/1/2026) lalu. Foto : ist
Sebagian lainnya, di teras depan kelenteng, melakukan ritual inti Mandi Dewa, yaitu membasuh dan menyeka rupang dengan air suci yang telah didoakan. Dengan cermat dan hati-hati umat berbagi tugas untuk menyeka rupang dengan air bunga,
Suhu Prajito menerangkan, Ritual Mandi Dewa, selain bersih-bersih kimsin dan kelenteng, juga memiliki nilai spiritual agar seluruh pengurus dan umat berdasarkan pada kondisi bersih pikiran, bersih hati, bersih ucapan dan tindakan di tahun yang akan dilalui nanti, yaitu tahun 2577 Imlek.
Sehingga ketika memasuki tahun baru Imlek, semua sudah bersih, baik jiwa maupun raganya. Dengan demikian bisa menapaki sepanjang tahun 2577 Imlek nanti dengan kehidupan yang baik.
Suhu Prajito menerangkan, doa juga dimaksudkan agar bangsa dan negara terhindar dari marabahaya, dan agar semua warga hidupnya sejahtera.
“Selain itu juga dimohonkan kepada Thian (Tuhan) agar pemimpin dan rakyat bangsa Indonesia selalu dalam keselamatan, terhindar dari musibah, kehidupan sosial dan ekonomi rakyat semakin baik. Semoga para pemimpin kita selalu diberi kekuatan, kesehatan dan keselamatan, juga kita seluruh rakyat selalu hidup rukun, adil dan makmur,” ujar Suhu Prajito. (CIP)






