Tradisi Suro di Lawu, PUD Aneka Usaha Siapkan Jalur Pendakian Cetho dan Cemoro Kandang

KARANGANYAR, Jatengpress.com– PUD Aneka Usaha Karanganyar memastikan kesiapan operasional jalur pendakian Gunung Lawu melalui Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, dan Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu, menjelang tradisi Bulan Suro yang diperkirakan akan meningkatkan jumlah kunjungan pendaki dan peziarah.

Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat yang akan melakukan pendakian maupun ritual spiritual di kawasan puncak Lawu.

“Memasuki Bulan Suro, kami memperkirakan terjadi peningkatan jumlah pendaki dan peziarah. Karena itu seluruh personel dan fasilitas pendukung di jalur Cetho maupun Cemoro Kandang telah kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar Samidi, Kamis (4/6).

Menurutnya, PUD Aneka Usaha Karanganyar bekerja sama dengan Perum Perhutani KPH Surakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, serta sejumlah organisasi relawan lokal seperti Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, dan SAR untuk memperkuat pengamanan selama momentum Suro.

Puluhan personel gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari basecamp hingga pos-pos pemantauan di sepanjang jalur pendakian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat di kawasan gunung.

Samidi menegaskan bahwa seluruh pendaki wajib mematuhi prosedur pendakian yang berlaku, termasuk melakukan registrasi resmi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) di basecamp sebelum memulai perjalanan.

“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan baik serta membawa perlengkapan yang memadai. Saat musim kemarau, suhu di puncak Lawu bisa sangat dingin sehingga diperlukan jaket gunung, sleeping bag, serta logistik dan air yang cukup,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para pendaki agar tidak membuat api unggun atau perapian sembarangan karena tingginya risiko kebakaran hutan selama musim kemarau.

“Kami meminta seluruh pengunjung turut menjaga kelestarian kawasan Gunung Lawu. Jangan meninggalkan sampah, hormati adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat sekitar, serta patuhi seluruh arahan petugas di lapangan,” tegasnya.

Samidi menambahkan, keselamatan pendaki menjadi prioritas utama selama pelaksanaan tradisi Suro. Karena itu, pihaknya berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama menjaga ketertiban dan keamanan selama berada di kawasan Gunung Lawu.

“Silakan menikmati keindahan alam Lawu maupun melaksanakan kegiatan spiritual sesuai tradisi yang ada. Namun keselamatan tetap harus menjadi perhatian utama agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan aman,” pungkasnya. (Abdul Alim)

Terbaru