Banyumas, Jatengpress.com – Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengikuti pertemuan yang dihadiri unsur Forkopimcam serta para kepala desa se-Kecamatan Gumelar. Kegiatan berlangsung di Gedung Singarana Gumelar.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber pengurus FKDM Kabupaten Banyumas, Nanang Anna Noor. Dia menyampaikan materi tentang pentingnya memahami viralisasi informasi di media sosial yang kerap digunakan sebagai sarana pengalihan isu. Ia mencontohkan fenomena viral lagu “Mas Bahlil Ganteng” yang sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
” Jangan cuma menikmati lagunya, tetapi memahami dibalik viral tersebut apakah ada unsur atau upaya pengalihan isu. Ini salah satu contoh saja. Karena viralisasi kasus di masyarakat, bisa jadi hanya untuk mengalihkan isu utamanya,” ujar Nanang.
Nanang menegaskan, tugas utama anggota FKDM adalah melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) di wilayah masing-masing. Deteksi dini dilakukan dengan mengenali tanda-tanda masalah sejak awal, sedangkan cegah dini dilakukan melalui langkah-langkah pencegahan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Selain itu, anggota FKDM juga diingatkan pentingnya kemampuan menyusun laporan secara cepat dan akurat. Untuk itu, Nanang memberikan tips penulisan laporan menggunakan rumus 5W+1H agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas dan menjadi dasar pengambilan langkah yang tepat.
Melalui kegiatan ini, anggota FKDM diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Gumelar.



