Akhirussanah Al Azhar IIBS: Tanamkan Jiwa Diponegoro, Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

KARANGANYAR, Jatengpress.com– Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) Karanganyar menggelar Akhirussanah Angkatan III di Anaya Azana Hotel & Villa Tawangmangu, Sabtu-Minggu (13-14/6). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut meliputi wisuda jenjang SMA pada Sabtu (13/6) dan wisuda jenjang SMP pada Minggu (14/6). Tahun ini, Al Azhar IIBS mengangkat tema keteladanan perjuangan Pangeran Diponegoro yang dikemas dalam nuansa budaya dan warisan Nusantara.

Director of International Affairs & Public Relations Al Azhar IIBS, Ahmad Zulfiqar Azizurrahman Al Arif, menjelaskan bahwa tema Akhirussanah dipilih sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan keislaman kepada para lulusan. Menurutnya, sosok Pangeran Diponegoro merupakan teladan yang relevan bagi generasi muda karena mampu memadukan semangat perjuangan, integritas, dan keteguhan nilai agama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Tema ini kami sesuaikan dengan kegelisahan yang terjadi saat ini. Kami berharap para lulusan membawa nilai-nilai kebangsaan dan keislaman sehingga mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan pada akhirnya kembali mengabdikan diri untuk Indonesia,” ujarnya.

Sebanyak lebih dari 50 siswa SMA mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Para lulusan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ahmad Zulfiqar mengatakan para siswa diharapkan memiliki kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat serta terus meningkatkan kualitas keilmuan, keimanan, dan ketakwaan. “Kami berpesan kepada anak-anak saleh dan salehah agar peka terhadap apa yang terjadi di masa sekarang, sehingga ke depan mereka tahu ilmu apa yang harus diperdalam dan bagaimana ikut berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas,” katanya.

Dari sisi prestasi akademik, Al Azhar IIBS mencatat sekitar 60 persen lulusan SMA diterima di sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui berbagai jalur seleksi. Selain itu, sejumlah lulusan juga memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Menariknya, kata Ahmad Zulfiqar, para lulusan yang melanjutkan studi ke luar negeri tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga aktif berdakwah dan mengajarkan ilmu agama. Bahkan, salah seorang siswa saat masih duduk di kelas XII pernah dikirim ke Jepang pada bulan Ramadan untuk menjadi imam sekaligus guru mengaji bagi komunitas Muslim di negara tersebut. “Kami ingin anak-anak ini menjadi pribadi yang bermanfaat di mana pun berada. Mereka belajar untuk menjadi pemimpin, akademisi, sekaligus duta nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” ungkapnya.

Perkembangan Al Azhar IIBS juga menunjukkan tren positif. Jika pada awal berdiri tahun 2020 sekolah tersebut hanya memiliki sekitar 70 siswa, kini jumlah peserta didik telah mencapai lebih dari 500 siswa. Untuk tahun ajaran baru, lebih dari 70 persen lulusan SMP Al Azhar IIBS melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di lingkungan sekolah yang sama. (Abdul Alim)