Karanganyar, Jatengpress.com— Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Karanganyar terus mendorong penguatan program berbasis lingkungan melalui sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) yang digelar di Mojogedang, Minggu (19/4).
Kegiatan tersebut menghadirkan pengurus DPP LDII dari Departemen Litbang Iptek Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (LISDAL), Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi nyata di tingkat kampung.
“Atasi perubahan iklim tidak cukup dengan kebijakan, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan bersama masyarakat. Proklim menjadi salah satu solusi konkret yang bisa dilakukan dari lingkup terkecil,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga LDII, khususnya di Pimpinan Cabang (PC) Mojogedang, untuk memperkuat implementasi Proklim melalui berbagai kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi air, hingga pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Sementara itu, PC LDII Mojogedang menyambut positif kegiatan tersebut. Program Proklim dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah strategis dalam pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Ke depan, LDII Karanganyar menargetkan pembentukan 10 Kampung Proklim kategori Madya. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan status Kampung Proklim di Dusun Ngampel, Desa Gentungan, yang sebelumnya telah meraih predikat Proklim Utama, menjadi Proklim Lestari.
Ketua DPD LDII Kabupaten Karanganyar, Prof. Sutrima, dalam sambutannya menyampaikan komitmen organisasi untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Proklim sejalan dengan salah satu fokus pengabdian LDII kepada masyarakat, khususnya di bidang lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
“LDII berupaya hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan. Proklim menjadi bagian penting dalam mewujudkan kampung yang sehat, mandiri, dan berdaya tahan,” kata Sutrima.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin meningkat dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim di tingkat lokal. (Abdul Alim)




