Kampus 3 UIN Surakarta Mulai Dibangun 2026, Gedung Perdana Ditargetkan Fungsional Akhir Tahun

KARANGANYAR, Jatengpress.com– Pembangunan Kampus 3 UIN Raden Mas Said Surakarta di Kabupaten Karanganyar memasuki tahap konstruksi fisik pada 2026. Proyek tahap awal difokuskan pada pembangunan satu gedung pendidikan multifungsi yang saat ini masih dalam proses lelang.

Rencana tersebut disampaikan jajaran rektorat usai audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/4). Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai masterplan yang telah disusun sejak beberapa tahun terakhir.

Wakil Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Lukman Fauroni, menjelaskan pengembangan kampus di Karanganyar telah dimulai sejak 2023 melalui pematangan lahan tahap pertama. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan penyusunan masterplan pada 2024 dan pematangan lahan lanjutan pada 2025.

“Pada 2026 ini kami mulai pembangunan satu gedung pendidikan multipurpose atau student center di atas lahan sekitar 10 hektare,” ujarnya.

Gedung yang direncanakan terdiri dari dua lantai tersebut menelan anggaran sekitar Rp40 miliar yang bersumber dari Badan Layanan Umum (BLU) kampus. Pembangunan ditargetkan rampung dan dapat difungsikan pada akhir 2026.

“Targetnya akhir tahun ini sudah bisa digunakan untuk mendukung kegiatan akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN, Mustain Ahmad, menegaskan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Ia menyebutkan, progres pembangunan setiap tahun terus menunjukkan peningkatan, mulai dari penyiapan lahan hingga perencanaan teknis.

“Begitu tahap pertama selesai, langsung dapat dimanfaatkan untuk kegiatan akademik,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Asihno, memastikan kesiapan lahan telah tuntas, termasuk aspek legalitas.

“Lahan sekitar 9,8 hektare sudah clear dan bersertifikat. Saat ini tinggal proses perizinan lingkungan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG),” jelasnya.

Ia memperkirakan konstruksi fisik dapat dimulai pada Mei 2026 setelah proses lelang rampung.

Pengembangan Kampus 3 ini dinilai strategis mengingat Kabupaten Karanganyar masih memiliki keterbatasan jumlah perguruan tinggi. Kehadiran kampus baru diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Aktivitas kampus diproyeksikan memicu geliat sektor pendukung, seperti hunian, usaha mikro, hingga jasa layanan di sekitar kawasan. Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran pembangunan kampus diperkirakan mendekati Rp1 triliun dan akan direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan pendanaan. (Abdul Alim)