Jatengpress.com, Purworejo — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) memperingati hari ulang tahunnya yang ke-9 dengan menegaskan komitmen dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan di kawasan Borobudur. Ulang Tahun BPOB sendiri diperingati setiap tanggal 11 April.
Peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan panjang dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Perbukitan Menoreh.
Selama hampir satu dekade, BPOB terus bertransformasi menjadi penggerak utama dalam pengelolaan kawasan Borobudur Highland dengan mengintegrasikan berbagai kepentingan. Perayaan yang digelar di ruang terbuka mencerminkan kedekatan BPOB dengan alam dan masyarakat sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata.
Sembilan tahun perjalanan ini dinilai sebagai pijakan penting menuju pariwisata yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, mengajak seluruh jajaran dan mitra untuk menatap masa depan dengan semangat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan destinasi wisata tidak semata dilihat dari jumlah kunjungan, melainkan dari dampak nyata bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan.
“Sembilan tahun ini adalah bukti kerja keras bersama. Ke depan, kita harus membangun ekosistem pariwisata yang lebih baik melalui kolaborasi, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak, terutama masyarakat di sekitar destinasi,” ujar Yusuf.
Sejak berdiri, BPOB konsisten mengusung konsep sustainable tourism. Pada peringatan kali ini, komitmen tersebut diperkuat dengan mendorong penerapan regenerative tourism, yakni pendekatan yang tidak hanya menjaga, tetapi juga memulihkan kondisi lingkungan serta sosial budaya melalui aktivitas pariwisata.
BPOB juga menempatkan keterlibatan masyarakat sebagai elemen utama dalam pengembangan kawasan. Berbagai desa wisata, pelaku usaha kecil, dan komunitas seni telah dirangkul untuk tumbuh bersama. Sinergi lintas sektor di Perbukitan Menoreh terus diperkuat guna menciptakan tata kelola destinasi yang berdaya saing global tanpa meninggalkan identitas lokal.
Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara, menyampaikan bahwa peringatan ini sekaligus menjadi bentuk syukur atas pencapaian target strategis, baik dalam pengembangan infrastruktur maupun promosi kawasan. Ia menilai kekompakan tim internal menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan sektor pariwisata ke depan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan di hari bersejarah ini dengan masyarakat. BPOB akan terus menghadirkan destinasi berkelas yang menenangkan, menyehatkan, dan memberikan nilai tambah bagi setiap pengunjung Borobudur Highland,” kata Harfiansa.
Menutup rangkaian kegiatan, BPOB mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri, hingga wisatawan, untuk terus bersinergi. Dengan mengusung konsep Wellness Tourism, BPOB optimistis kawasan Borobudur Highland dapat berkembang menjadi destinasi kelas dunia yang menawarkan ketenangan dan harmoni dengan alam, sekaligus memberikan dampak positif bagi pariwisata Indonesia. (Vale)






