KARANGANYAR, Jatengpress.com— Komunitas Owner Towing Indonesia menggelar kegiatan halalbihalal nasional yang mempertemukan pelaku usaha towing dari berbagai daerah di RM Tamansari Colomadu, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat jejaring usaha sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas wilayah.
Ketua panitia, Johan Farih dari Kembar Towing, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali digelar secara khusus untuk mempertemukan para owner towing dalam suasana silaturahmi Idulfitri.
“Selama ini pelaku usaha towing jumlahnya banyak, tetapi belum tentu saling mengenal. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kedekatan dan komunikasi yang lebih intens,” ujarnya.
Kegiatan yang diinisiasi komunitas towing wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini dihadiri lebih dari 200 peserta. Sekitar 100 di antaranya merupakan owner towing, sementara sisanya berasal dari kalangan dealer dan agen pemegang merek (ATPM).
Selain menjadi ajang silaturahmi, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terkait perkembangan industri jasa towing di Indonesia. Sejumlah peserta memanfaatkan momentum ini untuk bertukar pengalaman serta menjajaki peluang kerja sama lintas daerah.
Gigih dari Jogja Towing Service menilai forum semacam ini penting untuk memperkuat konektivitas antar pelaku usaha.
“Melalui forum ini kami bisa saling bertukar informasi dan membuka peluang kerja sama, termasuk untuk kebutuhan lintas wilayah,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, PT Kramayudha Tiga Berlian hadir sebagai sponsor utama. Dukungan dari industri otomotif dinilai memperkuat sinergi antara pelaku usaha towing dengan dealer maupun ATPM.
Panitia juga menghadirkan sejumlah penawaran khusus bagi peserta, di antaranya promo produk towing dengan potongan harga serta skema pembayaran ringan guna mendorong pengembangan usaha.
Johan menambahkan, ke depan kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di berbagai daerah.
“Harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menilai tren penggunaan jasa towing menunjukkan peningkatan signifikan, tidak hanya untuk kebutuhan otomotif tertentu seperti balap dan kendaraan niaga, tetapi juga sebagai solusi distribusi kendaraan yang lebih efisien di berbagai sektor.
Melalui kegiatan ini, komunitas berharap tercipta solidaritas yang lebih kuat sekaligus mendorong pertumbuhan industri jasa towing secara nasional. (Abdul Alim)






