Pemkab Karanganyar Salurkan Bantuan Rp619 Juta ke Korban Bencana

KARANGANYAR, Jatengpress.com— Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam senilai Rp619.050.000 kepada 408 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 12 kecamatan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar bersama para camat kepada warga terdampak.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan bantuan tersebut merupakan penanganan atas berbagai kejadian bencana yang terjadi selama periode Februari hingga Maret 2026. Selain bantuan uang tunai, warga juga menerima paket logistik yang disalurkan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar.

“Jadi hari ini kita serahkan bantuan bencana alam untuk periode Februari dan Maret. Selain dalam bentuk uang, juga ada logistik yang diserahkan dari PMI Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami warga. Untuk kategori kerusakan berat diberikan bantuan sebesar Rp10 juta per penerima. Kerusakan sedang berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta, sedangkan kerusakan ringan memperoleh bantuan Rp1 juta.

Menurut Hendro, bencana paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Karangpandan akibat peristiwa angin puting beliung yang melanda pada awal Maret lalu. Dalam kejadian tersebut, lebih dari 300 KK terdampak dengan kerusakan yang sebagian besar terjadi pada bangunan rumah.

“Paling parah itu di Karangpandan, tindak lanjut dari kejadian puting beliung beberapa waktu lalu. Hampir 300 KK lebih terdampak dan sebagian besar kerusakannya fisik rumah,” katanya.

Selain kerusakan bangunan, terdapat pula korban luka akibat bencana tersebut. Dua orang warga sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

BPBD Karanganyar juga meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlangsung. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi hingga mendekati musim kemarau sekitar Mei mendatang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama relawan membentuk pos siaga bencana untuk memantau kondisi wilayah serta membantu penanganan jika terjadi bencana. Selain itu, rambu peringatan juga dipasang di sejumlah kawasan rawan longsor di wilayah pegunungan seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso.

Petugas relawan juga disiagakan di jalur-jalur menanjak untuk membantu pengendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran. (Abdul Alim)