Karanganyar, Jatengpress.com – Komisi D DPRD Karanganyar mendesak Pemerintah Kabupaten Karanganyar segera membenahi kualitas pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Karangpandan menyusul temuan kekurangan tenaga medis dan belum optimalnya cakupan vaksinasi campak.
Desakan itu disampaikan usai Komisi D melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Karangpandan, Selasa (3/3). Dalam kunjungan tersebut, dewan menyoroti tingginya beban pelayanan yang tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga kesehatan.
Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Ali Akbar, mengatakan jumlah peserta BPJS Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Karangpandan mencapai sekitar 25 ribu hingga 35 ribu jiwa. Angka tersebut dinilai cukup besar sehingga membutuhkan dukungan tenaga medis yang memadai.
“Dengan jumlah peserta BPJS sebanyak itu, kebutuhan dokter umum, dokter gigi, maupun perawat harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai pelayanan tidak maksimal karena kekurangan tenaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, Puskesmas Karangpandan tidak hanya melayani rawat jalan, tetapi juga rawat inap. Karena itu, DPRD meminta Dinas Kesehatan segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk mengupayakan penambahan tenaga kesehatan.
Selain persoalan SDM, Komisi D juga menyoroti cakupan vaksinasi campak yang dinilai belum menyeluruh. DPRD mendorong pemerintah daerah memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar partisipasi imunisasi meningkat.
“Campak bisa dicegah dengan vaksin. Pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan. Kami berharap cakupan vaksinasi ini bisa terus ditingkatkan,” tegas Ali.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Karangpandan, dr. Wahyu Purwadi, membenarkan masih adanya kekurangan tenaga medis di fasilitas kesehatan yang dipimpinnya.
“Untuk dokter umum, dokter gigi, dan perawat memang masih ada kekurangan. Dengan jumlah peserta BPJS yang cukup besar, tentu beban pelayanan juga tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan terus diupayakan optimal. Ia juga mengimbau masyarakat yang belum melakukan vaksinasi campak agar segera memanfaatkan layanan imunisasi yang tersedia di puskesmas.
“Kami berharap masyarakat yang belum vaksin campak bisa datang ke puskesmas. Vaksin tersedia dan ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit,” tandas dr. Wahyu.
Komisi D menegaskan akan terus mengawal persoalan ini agar peningkatan layanan kesehatan di Karangpandan dapat segera direalisasikan dan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang maksimal.(Abdul Alim)






