25 April 2026 17:45 GMT
Kini Wonogiri Miliki Produk Beras Unggul ‘Maju Tani’
Jatengpress.com, Wonogiri – Masyarakat Wonogiri dan sekitarnya, kini tak perlu pusing untuk mendapatkan beras dengan kualitas terbaik. Sebab kini telah lahir beras bermerek “Maju Tani”, produk unggulan yang diharapkan menjadi identitas baru hasil bumi Kabupaten Wonogiri. Produk baru tersebut resmi dilounching Sabtu, 25 April 2026 di Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Program ini digagas oleh Suparno Parnaraya, tokoh masyarakat bertangan dingin asal Kecamatan Sidoharjo sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi pertanian lokal yang selama ini dinilai belum sepenuhnya memiliki nilai tambah maksimal. ‘’Ide menghadirkan brand beras khas Wonogiri berawal dari obrolan santai bersama Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dan Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno beberapa waktu lalu,’’ jelas Suparno. Dari diskusi tersebut, lahirlah gagasan untuk menciptakan produk beras yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki kekuatan branding sebagai kebanggaan daerah. “Alhamdulillah, saat ini beras Maju Tani sudah mengantongi perizinan resmi dan mulai dipasarkan. Ini menjadi langkah awal agar hasil pertanian Wonogiri bisa dinikmati langsung oleh masyarakatnya sendiri, sekaligus memperkuat posisi petani di daerah,” lanjut Suparno. Ia menjelaskan, selama ini hasil panen petani Wonogiri sebagian besar masih dijual dalam bentuk gabah atau beras tanpa identitas merek yang kuat. Melalui kehadiran “Maju Tani”, diharapkan ada peningkatan nilai ekonomi karena produk dikemas, dipasarkan, dan diposisikan sebagai beras berkualitas dengan standar yang lebih baik. Lebih dari sekadar produk, beras “Maju Tani” juga membawa semangat kolaborasi. Suparno menekankan pentingnya sinergi antara petani, pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas, termasuk para perantau asal Wonogiri. Dengan keterlibatan berbagai pihak, ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan diyakini dapat terwujud. “Kami ingin membangun hubungan yang saling menguatkan antara produsen dan konsumen. Masyarakat Wonogiri, termasuk yang berada di perantauan, diharapkan bisa ikut mendukung dengan menggunakan produk dari daerahnya sendiri,” tambahnya. Ke depan, beras “Maju Tani” ditargetkan mampu menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga masuk ke jaringan ritel modern dan pasar regional hingga nasional. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, produk ini diharapkan dapat bersaing di segmen beras premium. Program ini juga mengusung semangat “Sinergi go Nyawiji Mbangun Wonogiri”, yang mengandung makna kebersamaan dalam membangun daerah. Melalui gerakan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam memajukan sektor pertanian sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, kehadiran brand beras lokal merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk pertanian Wonogiri. “Kami ingin memiliki brand beras produksi Wonogiri yang bisa dikenal luas. Harapannya, beras Maju Tani dapat terdistribusi ke berbagai wilayah di Indonesia, bahkan membuka peluang ke pasar yang lebih besar,” ungkapnya. Ia menambahkan, pengolahan hasil pertanian menjadi produk beras bermerek akan memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan penjualan dalam bentuk mentah. Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. “Kalau hasil panen masyarakat bisa kita olah menjadi beras berkualitas premium, tentu nilainya akan lebih tinggi. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya. Dengan hadirnya beras “Maju Tani”, diharapkan Wonogiri tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil padi, tetapi juga mampu menghadirkan produk beras berkualitas yang memiliki daya saing tinggi di pasar. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat terus berkembang melalui inovasi, kolaborasi, dan dukungan dari berbagai pihak.(Pm)