Jatengpress.com, Karanganyar-Pemerintah menargetkansejuta tenaga kerja dari pertumbuhan usaha mandiri per tahunnya. Guna mencetak usaha mandiri tersebut, dibutuhkan peran swasta dan pemerintah.
“Untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bekerja, pemerintah melakukan kerja sama dengan pengusaha maupun perusahaan swasta lainnya,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli saat membuka Pekan Wirausaha Sragen-Karanganyar di MCC Karanganyar, Senin (11/11/2024).
Di forum itu, peran swasta dengan pemerintah diandalkan mengentaskan angka kemiskinan akibat PHK masif industri tekstil. Para peserta pelatihan wirausaha dulunya pegawai pabrik tekstil yang kini dirumahkan. Sebanyak 250 peserta berasal dari Kabupaten Sragen dan Karanganyar. Forum itu diinisiasi PT HM Sampoerna Tbk melalui Payung Program Keberlanjutan Sampoerna Untuk Indonesia bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan dan Perkumpulan Imajinasi Penaja Mula (IMPALA).
Selain itu, Yassierli menambahkan, pemerintah juga memiliki program meningkatkan produktivitas nasional. Program ini mendorong perusahaan meningkatkan produktivitasnya dan berdaya saing.
“Dan yang kedua kami dari kementerian tentu juga ada program untuk penciptaan lapangan kerja baru dan ada program meningkatkan produktivitas nasional. Ini nanti akan kerja sama dengan pengusaha, perusahaan-perusahaan bagaimana perusahaan kemudian meningkatkan daya saing nasionalnya, produktivitasnya meningkat,” sambung dia.
Yassierli mengajak para pelaku UMKM jangan mudah menyerah memulai usaha. Ketekukan, doa dan usaha serta pandai memanfaatkan peluang merupakan modal kesuksesan.
“Kalau kita berusaha dan yakin rezeki ada di tangan Yang Maha Kuasa, maka usaha plus doa adalah kesuksesan. Ibarat kalau belu. gagal tujuh kali, jangan berhenti. Mungkin saja solusinya di dekat kita sendiri,” katanya.
Yassierli mengatakan di pelatihan ini, peserta perlu mempelajari penguatan mental seorang interpreneur. Mereka juga mempelajari teknik berwirausaha, mengincar pasar hingga pengemasan produk.
“Saya ingin tiga bulan lagi, ada peserta yang sudah membuka usaha. Peternak lele misalnya,” katanya.
Diharapkan, para pelaku usaha mandiri hasil binaan di berbagai lokasi mampu menciptakan lapangan kerja baru. (*)