Pemkab Wonogiri Peduli Pekerja Rentan

Jatengpress.com, Wonogiri – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan dukungan penuh terhadap kesejahteraan pekerja, khususnya pekerja rentan. Mereka adalah kelompok pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) yang memiliki penghasilan tidak menentu, kondisi kerja di bawah standar, dan berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja atau kemiskinan.  Hal ini terungkap dalam Sarasehan Hari Buruh di Ruang Kahyangan Kompleks Setda, Senin (4/5) Oleh karena itu, pihaknya tahun ini memfokuskan pada penguatan program “Wonogiri Go Keren” (Wonogiri Perlindungan Pekerja Rentan).

“Pemerintah sangat mendukung program Go Keren ini sebagai langkah nyata hadirnya negara dalam memberikan jaminan sosial bagi masyarakat yang selama ini kesulitan secara finansial untuk membayar iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri,” katanya.

Sarasehan yang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, itu menjadi momentum peluncuran masif program perlindungan pekerja rentan. Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Sekda Wonogiri FX Pranata, ketua Apindo Wonogiri Sutarto, ketua SPSI Wonogiri Seswanto, serta para perwakilan pengusaha dan pekerja.

Go Keren bertujuan menggugah partisipasi masyarakat dan pengusaha mampu. Salah satu skema yang didorong adalah imbauan agar setiap ASN Wonogiri melindungi minimal satu pekerja rentan di lingkungan terdekatnya. “Kita arahkan melalui imbauan, satu ASN bisa melindungi satu orang, misalnya ART, tukang kebun, atau tetangga sekitar. Cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Wonogiri masih di bawah 30 persen. Target kita bisa di atas 50 persen.”

Smenetara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Teguh Wiyono menerangkan, program itu dilandasi Perbup no 34/2022. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemkab Wonogiri untuk menyasar sekitar 160 ribu buruh tani yang menjadi potensi pekerja rentan terbesar.

“Dengan jumlah ASN dan P3K di Wonogiri yang mencapai 13 ribuan orang, jika gerakan ‘Satu ASN Satu Pekerja Rentan’ ini masif, kami optimis angka kepesertaan bisa naik signifikan ke angka 40 persen,” katanya.

Sarasehan tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan klaim jaminan kecelakaan kerja dan kematian secara simbolis kepada ahli waris pekerja. Antara lain kepada ahli waris Almarhum Endri (BPR BKK Wonogiri) yang mendapatkan Santunan JKM, JHT, dan JP senilai Rp 158.344.723. Santunan tersebut diterima sang istri, Winarni.

Santunan serupa diberikan kepada ahli waris Almarhum Irfan Adhy Purnama (RSU Astrini) yang mendapatkan Santunan JKM, JHT, dan JP senilai Rp 52.495.452. Santunan diterima sang istri, Karimah Dwika Gustandra.

Penyerahan ini diharapkan menjadi bukti nyata pentingnya jaminan sosial tenaga kerja dalam memberikan perlindungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. (Pm)