Lewat Fashion Show, Pedagang Pasar Legi Parakan Kampanyekan Ramah Lingkungan di Hari Kartini 2026

Jatengpress.com, Temanggung — Ada pemandangan tak biasa di Pasar Legi Parakan, Temanggung, pada Selasa (21/04/2026). Memperingati Hari Kartini, mereka menggelar peragaan busana kebaya di tengah aktivitas pasar.

Khususnya di los daging ayam, puluhan pedagang dengan penuh percaya diri berlenggak-lenggok di atas karpet merah bagai peragawati profesional.

Yang menarik, mereka memboyong berbagai wadah belanja tradisional seperti ceting, tampah, dan keranjang, yang menjadi simbol kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Menurut Santi, ketua panitia kegiatan, selain memperingati Hari Kartini, juga sebagai bentuk penghormatan terhadap RA Kartini sebagai pejuang emansipasi perempuan.

“Untuk mengenang dan menghargai jasa RA Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita, juga menjadi hiburan bagi para pedagang di tengah kesibukan sehari-hari,” ujar Santi.

Dia menyebut, konsep peragaan busana dengan membawa wadah belanja tradisional sekaligus menjadi media edukasi kepada masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat agar mulai membawa tas atau wadah sendiri saat berbelanja di pasar, demi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ini juga bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Menurut Santi, selain berdampak pada lingkungan, gerakan ini juga memiliki nilai ekonomis bagi pedagang.

“Harga plastik sekarang makin mahal. Dengan mengurangi penggunaannya, pedagang juga bisa menekan biaya operasional,” jelasnya.

Kepala Pasar Legi Parakan, Hebi Tatak Purwantoro, mengapresiasi inisiatif para pedagang yang dinilai kreatif dan inspiratif.

“Ini adalah kegiatan positif. Tidak hanya memperingati Hari Kartini, tetapi juga menumbuhkan semangat pedagang dalam menjalankan usaha di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan,” kata Hebi.

Kemudian dia menyoroti peran penting perempuan di pasar tradisional.

“Sekitar 80 persen pedagang di Pasar Parakan adalah kaum.perempuan. Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat akan peran besar perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya di sektor pasar tradisional,” tambahnya.

Kegiatan ini pun menarik perhatian pengunjung pasar. Selain menjadi hiburan, pesan yang disampaikan melalui aksi sederhana tersebut diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih ramah lingkungan.

Dengan balutan kebaya dan semangat Kartini, para pedagang Pasar Legi Parakan membuktikan bahwa peringatan hari besar nasional bisa dikemas kreatif, edukatif, sekaligus berdampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi. (TB)