“Resik-Resik Bareng” Kota Magelang Sasar Pasar, Shelter PKL hingga Parkir RSUD Tidar

Jatengpress.com, Magelang — Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama waklnya dr. Sri Harso dan sejumlah pejabat meninjau pelaksanaan kegiatan Resik-Resik Bareng di beberapa titik lokasi di Kota Magelang, Jumat (17/04/2026).

Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi, mulai dari Pasar Rejowinangun, shelter pedagang kaki lima (PKL) Tuin Van Java, shelter Jendralan, Pasar Kebonpolo, hingga kawasan Jalan Pajajaran kawasan RSUD Tidar Kota Magelang.

Selain memantau kebersihan, Damar turut memberikan edukasi kepada warga dan pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan lingkungan.

Di Taman Badaan misalnya, ia mengingatkan para pedagang makanan dan mainan agar lebih tertib dalam berjualan dan tidak mengurangi fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau.

“Ini tanah dan taman milik negara. Kita harus menjaga agar tetap bersih, rapi, indah, dan asri sesuai fungsinya sebagai taman dan ruang terbuka hijau. Mainan-mainan ini perlu ditertibkan, baik jumlah maupun penempatannya,” kata Damar.

Di lokasi terakhir, di Jalan Pajajaran, Damar memantau kondisi lalu lintas di depan gedung rawat inap Aster RSUD Tidar yang kerap mengalami kemacetan akibat minimnya area parkir. Hal itu terjadi karena area parkir RSUD Tidar tengah dalam proses renovasi, sehingga kapasitasnya berkurang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Magelang akan memberlakukan sistem satu arah di kawasan Jalan Pajajaran guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

“Jalan ini akan kita jadikan satu arah. Dari arah Tentara Pelajar diperbolehkan belok kanan, sedangkan dari Jalan Pemuda tidak diperbolehkan belok kanan. Ini untuk mengantisipasi membludaknya kapasitas parkir RSUD Tidar yang saat ini sedang direnovasi,” jelas Damar.

Damar menyebut program “Resik-resik Bareng” berjalan baik dan lancar. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan mulai meningkat, dan hal itu dinilai berdampak langsung pada kualitas hidup warga serta daya tarik kota bagi pengunjung.

“Dengan budaya bersih, rapi, dan peduli, kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Kota Magelang akan benar-benar layak ditinggali dan nyaman bagi pengunjung. Dampaknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi. Kalau kota tidak bersih dan tidak indah, orang malas datang,” ujarnya.

Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kalau kotanya ramai, ekonomi tumbuh, UMKM berkembang, masyarakat sejahtera. Itulah tujuan akhir yang ingin kita capai,” tambah Damar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, menyatakan kegiatan Resik-Resik Kota Magelang dirancang untuk menciptakan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.

Program ini rencananya akan digelar rutin setiap hari Jumat di pasar, shelter PKL, dan lokasi-lokasi strategis lainnya. (TB)