Puluhan Tahun Terpisah, Eks Prajurit Yonif 303/SSM–Brigif 13/Galuh Reuni Haru di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi Purworejo

Jatengpress.com,Purworejo-Suasana hangat, haru, dan penuh keakraban menyelimuti temu kangen mantan anggota Yonif 303/SSM dan Brigif 13/Galuh di Panti Rehabilitasi Sosial Plandi, Desa Mangunrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (12/04/2026).

Setelah sekitar 40 tahun berpisah sejak penugasan di Timor Timur, para eks prajurit akhirnya kembali dipertemukan dalam momen halal bihalal yang sarat nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Pertemuan ini menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan yang pernah terjalin di medan tugas tidak lekang oleh waktu.

Kegiatan yang berlangsung di bulan Syawal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk merajut kembali hubungan yang lama terputus. Ratusan peserta hadir dari berbagai daerah, termasuk rombongan dari Tasikmalaya yang datang menggunakan satu bus berisi sekitar 60 orang.

Di tengah suasana penuh nostalgia itu, pelukan hangat dan canda tawa para eks prajurit menggambarkan eratnya kembali ikatan yang pernah terpisah oleh jarak dan waktu puluhan tahun.

Pengelola Panti Rehabilitasi Sosial Plandi, Suhardi, yang juga merupakan mantan prajurit, mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa harunya dapat kembali berkumpul dengan rekan seperjuangan.

“Dulu kami bertugas dalam kondisi serba terbatas. Sekarang bisa bertemu kembali tentu menjadi kebahagiaan yang luar biasa,” ujarnya.

Selain menjadi ajang reuni, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan moral terhadap pengelolaan panti rehabilitasi sosial yang ia rintis secara mandiri. Saat ini, panti tersebut terus berkembang dengan pembangunan gedung baru sejak 2024 yang memiliki kapasitas hingga 100 orang pasien, lengkap dengan tempat tidur dan fasilitas pendukung lainnya.

Suhardi menjelaskan bahwa seluruh pengembangan panti dilakukan secara swadaya tanpa bantuan dana fisik dari pemerintah. Lingkungan panti juga ditata agar nyaman dan asri, dengan taman, tanaman hias, hingga akuarium yang difungsikan sebagai bagian dari terapi pemulihan mental pasien.

“Lingkungan yang nyaman diharapkan membantu proses pemulihan pasien agar lebih tenang, tidak jenuh, dan bisa kembali berbaur dengan masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran rombongan dari Tasikmalaya juga memberikan apresiasi tersendiri. Kepala rombongan, Emed Kasman Jamaludin, mengaku kagum dengan dedikasi Suhardi dalam mengelola panti tersebut.

“Tidak semua orang mampu melakukan hal seperti ini. Kami melihat langsung tingkat kesembuhan pasien bisa mencapai sekitar 90 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Eks Yonif 303 “Setia Sampai Mati” dan Brigif 13/Galuh wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY, Sriyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat persaudaraan lintas daerah sekaligus menjaga jiwa korsa para mantan prajurit.

“Ini sangat luar biasa. Mantan prajurit mampu membangun dan mengelola panti seperti ini. Sangat patut menjadi teladan,” katanya.

Acara kemudian ditutup dengan pengajian, ikrar halal bihalal, saling bersalaman, serta ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan. Momen ini menjadi simbol bahwa persaudaraan sejati tidak pernah benar-benar hilang, meski dipisahkan oleh waktu puluhan tahun. (AY)