Jatengpress.com, Magelang – Abdullah, anggota Komisi III DPR RI, menyebut perang antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat yang masih terus berlanjut sebagai sinyal bahwa geopolitik internasional sedang diuji.
“Ketahanan energi kita sedang diuji, dengan harga minyak dunia yang belum stabil di angka 120 ribu USD per juta,” tegasnya, dalam halal bihalal PKB yang digelar di Gedung Olahragra Girirejo, Girirejo, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Minggu (05/04/2026).
Di sisi lain, dia juga memperingatkan adanya potensi ancaman El Niño yang tak bisa diabaikan. Abdullah menyebut ancaman itu sebagai tantangan besar ke depan, mengacu pada fenomena El Niño terakhir yang terjadi pada 1977.
Namun, politisi muda PKB itu tetap optimis dengan potensi energi dan kekayaan alam Indonesia. Meski dia juga mengakui, pengelolaan anggaran masih terpusat di Jakarta, mulai dari anggaran daerah hingga anggaran desa.
“Situasi ini memang tidak kita harapkan, tetapi saya yakin kebijakan Presiden Prabowo memang bertujuan untuk menyejahterakan dan membahagiakan rakyat Indonesia,” kata Gus Abduh, sapaan akrab Abdullah.
Dia menambahkan, kekuatan bangsa terletak pada tradisi dan ikatan budaya yang kuat. “Kita tidak gampang diprovokasi, tidak gampang untuk menghujat satu sama lain. Warga PKB rata-rata membawa resolusi yang istimewa, itu yang membuat kita lebih optimis menghadapi 2029,” ujarnya.
Bagi Gus Abduh, kehadirannya bukan soal penampilan, melainkan komitmen untuk tetap hadir di tengah para kader dan masyarakat. “Yang penting bagi saya adalah waktu yang diberikan kepada saya untuk tetap hadir di acara ini,” ujarnya.
Gus Abduh menyebut momen halal bihalal ini menjadi waktu yang tepat untuk saling mengevaluasi dan mempererat silaturahmi, mengingat lebaran tahun sebelumnya tidak ada acara halal bihalal. Kehadiran para sahabat di acara itu, dia akui, menjadi motivasi tersendiri untuk terus bekerja ke depan di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo.
Turut hadir di forum itu, Abdul Hamid, anggota DPRD Jateng, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Purworejo Thoha Mahasin.
Momen ini dikemas menjadi satu pertemuan besar yang menyatukan posko-posko dari Kota dan Kabupaten Magelang, serta Kabupaten Purworejo.
Abdul Hamid, memberikan apresiasi khusus kepada Gus Abduh, anggota Fraksi PKB DPR RI dari Dapil VI Jateng. Karena konsistensinya turun ke daerah pemilihan di tahun pertama pasca-pemilu.
Hamid menilai, langkah Gus Abduh merupakan anugerah sekaligus jawaban atas harapan masyarakat di Magelang dan Purworejo, mengingat jarang sekali anggota legislatif pusat yang aktif merawat basis di luar momentum politik.
Selaku Plt Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang, Abdul Hamid menekankan bahwa keberhasilan seorang anggota dewan sangat bergantung pada soliditas tim yang telah berjuang tanpa lelah. Untuk diperlukan upaya menjafa hubungan baik dengan para kader dan relawan yang telah berkontribudi nyata secara ikhlas.
Menurut dia, mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui program pendidikan hingga infrastruktur merupakan tanggung jawab moral yang harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang hari pemungutan suara.
Terkait strategi perawatan konstituen, Hamid menegaskan instruksi Ketua Umum Gus Muhaimin untuk tetap merawat basis PKB yang dikenal sangat kental dengan tradisi keagamaan.
”Ketua Umum Gus Muhaimin sudah perintah, apapun bentuknya yang namanya konstituen harus dirawat. Karena yang paling banyak di antara partai yang lain konstituennya ya PKB. Mauludan ya ke PKB, mau Lebaran ya ke PKB. Acara-acara keagamaan, haul dan lain sebagainya ini ke PKB.”
Di kesempatan itu, Hamid membakar semangat para kader dengan mematok target besar bagi PKB Kabupaten Magelang pada kontestasi politik mendatang agar mampu menjadi pemenang di wilayah tersebut.
Pada Pileg 2024, PKB Kabupaten Magelang meraih 12 kursi, kalah dari PDIP yang merebut 15 kursi.
“Tapi target ke depan 2029, bisa tidak bisa kita harus menang di Kabupaten Magelang. Mohon doa dan support-nya, dan semoga ini juga menjadi pertanda bagaimana tetap di Dapil 6 itu bisa hijau royo-royo.”
Sementara itu, Thoha Mahasin juga ikut menekankan pentingnya menjaga kedekatan antara wakil rakyat dengan konstituen serta perlunya evaluasi strategi pemenangan di Dapil VI Jateng.
Thoha menyentil fenomena umum di mana calon legislatif seringkali sulit dihubungi setelah berhasil menjabat. “Karena ini, hadirnya Gus Abdullah ini luar biasa. Kita berterima kasih terus menyapa kepada konstituen,” ujarnya, di hadapan para relawan. (TB)






