Bupati Magelang Minta, Seluruh OPD Rumuskan Capaian Kinerja Yang Berdampak Langsung Ke Masyarakat 

Jatengpress.com, Kota Mungkid – Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang transparan dan kolaboratif melalui penyusunan laporan satu tahun kinerja pemerintah daerah. 

Penegasan itu dinyatakan dalam forum koordinasi rencana aksi daerah dan sinergitas perangkat daerah Kabupaten Magelang yang dihelat di Hotel Crystal Lotus Yogyakarta, Jumat (30/01/2026).

Menjelang satu tahun pemerintahannya bersama Wakil Bupati Sahid, Grengseng meminta seluruh perangkat daerah merumuskan capaian kinerja yang telah dilaksanakan dan dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

“Kami ingin ada laporan yang terbuka kepada masyarakat. Tidak harus seluruh kinerja OPD dibuka, namun program-program pokok yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Grengseng.

Dia menyebut contoh sejumlah program prioritas. Misal, layanan kesehatan gratis di rumah sakit daerah, bantuan seragam sekolah, dan program layanan dasar lain yang perlu disampaikan secara jelas kepada publik. 

Laporan itu rencananya disampaikan pada momentum satu tahun pelantikan sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah.

Grengseng menegaskan, pembangunan Kabupaten Magelang tidak dapat hanya mengandalkan peran bupati dan wakil bupati, tetapi butuh keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah.

“Magelang ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pikiran saya dan Pak Wakil. Setiap OPD harus aktif menyusun rencana aksi yang realistis dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Karena itu, dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam setiap tema pembangunan. 

Menurut dia, satu perangkat daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan OPD lain sehingga diperlukan sinkronisasi program agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Setiap tema pembangunan harus saling mendukung. Output-nya bukan hanya laporan administrasi, tetapi dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Bupati Sahid menegaskan, rencana aksi perangkat daerah menjadi bagian penting dari perjanjian kinerja dan wujud nyata komitmen aparatur pemerintah dalam meningkatkan integritas, akuntabilitas, dan transparansi.

“Rencana aksi perangkat daerah harus disusun secara spesifik, disertai target capaian yang jelas serta dampak kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam periode lima tahun,” kata Sahid.

Pemerintah Kabupaten Magelang menempatkan pembangunan yang inovatif dan kolaboratif sebagai fokus utama melalui penguatan sinergi dan sinkronisasi antar perangkat daerah guna mewujudkan visi Magelang Anyar Gress.

Sementara itu, Sekda Adi Waryanto menyampaikan sejumlah program prioritas Bupati yang tertuang dalam Sapta Cipta mulai direalisasikan sejak 2025 sebagai bentuk pemanasan menuju pelaksanaan penuh di tahun berikutnya.

Adi menyebut, pada program Sapta Cipta Pinter Ngaji Pinter Sekolah Bocahe, Pemkab Magelang telah merealisasikan bantuan seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP pada tahun 2025. 

Untuk jenjang SD/sederajat, negeri dan swasta, masing-masing siswa baru menerima dua setel seragam OSIS dan Pramuka. Program itu menyasar 10.218 siswa dengan total dana Rp3,4 miliar.

Untuk jenjang SMP/sederajat, bantuan dua setel seragam OSIS dan Pramuka diberikan kepada 8.828 siswa dengan dana Rp2,6 miliar. Program ini akan dilanjutkan melalui APBD 2026.

Melalui Sapta Cipta Sehat Wargane, Pemkab Magelan membebaskan biaya perawatan rumah sakit daerah kelas III bagi masyarakat. Sepanjang 2025, ada 1.571 warga memanfaatkan program itu dengan total anggaran Rp 6,7 miliar.

“Ini sudah dieksekusi, bukan sekadar konsep,” tegas Adi.

Pemkab Magelang juga merealisasikan program angkutan pelajar aman pada 2025 yang melayani 9 rute. Di antaranya Muntilan – sawangan – Telatar; Muntilan – Sorobayan – Candimulyo – Pogalan, serta Secang – Pucang – Pirikan – Candimulyo – Tegalrejo.

“Program tersebut dibiayai dengan danaAPBD Perubahan 2025,” ujarnya.

Di bidang pengembangan SDM, program beasiswa pemuda berprestasi berbasis desa jenjang sarjana juga telah dilaksanakan. Dari alokasi dana untuk 600 pemuda, realisasi tahun 2025 mencapai 513 penerima beasiswa.

Melalui forum koordinasi itu, Pemkab Magelang berharap tercipta kesamaan visi dan langkah seluruh perangkat daerah dalam membangun Magelang yang progresif, berdaya saing, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat. (TB)