Jatengpress.com,Purworejo-Di tengah padatnya arus lalu lintas jalur Purworejo-Magelang, tersimpan sebuah sudut tenang yang menawarkan suasana berbeda. Daerah Irigasi (DI) Kedung Putri yang berlokasi di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini tampil lebih tertata dan berkembang menjadi destinasi wisata alternatif berbasis air dan sejarah.
Kawasan yang beberapa tahun lalu direnovasi ini berdampingan langsung dengan Bendungan Kedung Putri, sistem irigasi peninggalan era kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1925. Akses menuju lokasi relatif mudah karena berada tak jauh dari jalan provinsi. Dari pertigaan pasar Sejiwan, Trirejo, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar 300 meter ke arah timur.
Kepala Desa Trirejo, Andhi Prasetiawan mengatakan, bahwa usai renovasi, kawasan DI Kedung Putri semakin ramai dikunjungi warga, terutama pada Minggu pagi.
“Kalau Minggu pagi memang ramai. Meski masih berada di wilayah Desa Trirejo, kawasan bendungan ini merupakan area BBWS. Namun setelah direnovasi, irigasi dan bendung justru menjadi daya tarik tersendiri,” katanya, Rabu (21/01/2026).
Menurut Andhi, keberadaan Jembatan Sejiwan yang menjadi bagian dari Jalur Lingkar Timur Purworejo juga menambah nilai kawasan tersebut. Jembatan ini direncanakan berfungsi menghubungkan antarwilayah serta menjadi akses alternatif menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di sisi utara DI Kedung Putri.
“Saat ini, kawasan tersebut ramai dikunjungi oleh anak muda maupun masyarakat umum untuk bersantai atau melepas penat. Tersedianya taman bermain serta berbagai fasilitas pendukung membuat pengunjung kerap mengabadikan momen melalui kegiatan fotografi. Selain itu, area ini juga dimanfaatkan untuk memancing, berjalan santai, bersepeda, serta berbagai aktivitas lainnya,” tambah Kades Andhi.
Sementara itu, Salah satu pengunjung, Bayu Apriliano mengaku baru pertama kali mengunjungi DI Kedung Putri dan merasa terkesan dengan suasananya.
“Baru pertama kali ke sini, ternyata ada tempat sebagus ini di Purworejo. Lokasinya juga dekat jalan utama dan nyaman buat santai,” tuturnya.
Lanjutnya, ikon utama kawasan ini adalah jembatan besi berwarna biru dan kuning yang membentang di atas Sungai Bogowonto. Jembatan tersebut hanya dapat dilalui pejalan kaki, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana dengan lebih aman dan tenang. Dari atas jembatan, aliran sungai yang tenang serta jalur pedestrian berpaving rapi tampak memanjakan mata.
Suasana kawasan terasa sejuk dan asri dengan pepohonan rindang, hamparan rumput hijau, serta gemericik air sungai. Saat cuaca cerah, siluet perbukitan hingga latar gunung terlihat jelas, menjadikan kawasan ini favorit bagi pencinta fotografi dan warga yang ingin mencari suasana rileks.
Di balik keindahannya, DI Kedung Putri memiliki peran vital bagi pertanian di Kabupaten Purworejo. Sistem irigasi ini mengairi lebih dari 4.300 hektare lahan pertanian di tujuh kecamatan dan dilengkapi jaringan saluran serta bangunan pengatur air yang hingga kini masih berfungsi optimal.
Kini, DI Kedung Putri tidak hanya berperan sebagai infrastruktur pengairan, tetapi juga sebagai ruang publik yang menyatukan sejarah, alam, dan aktivitas warga sebuah hidden gem di tepi jalan provinsi yang patut disinggahi. (AYG)







