Jatengpress.com, Kota Mungkid – Suasana usai sholat subuh berjamaah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Sawitan, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Selasa (16/06/2026), terasa begitu gayeng.
Ribuan jemaah tampak asyik masyuk mendengarkan dan menyerap materi tausyiah yang diuraikan oleh KH Puji Hartono -akrab disapa Kang Puji- dari Yogyakarta.
Kang Puji adalah pengasuh pesantren masyarakat Yogyakarta dan pembina masyarakat pesantren Merapi-Merbabu.
Dengan gaya bahasa keseharian yang sederhana plus sedikit bumbu candaan, membuat jemaah tidak merasa jenuh. Sesekali juga diselingi berinteraksi yang mengundang senyum lebar.
Dalam tausyiahnya, Kang Puji banyak menyinggung tentang manajemen langitan atau manajemen waktu, agar kondisi hidup dan kehidupan umat satu tahun ke depan semakin baik.
“Supaya 365 hari ke depan orang sudah jelas. Bar subuhan syuruq, duha lalu sedekah. Jadi orang itu cetho. Dengan harapan, (tatanan hidup) mereka akan lebih baik dari tahun kemarin,” harap Kang Puji.
Momentum Introspeksi.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur, Drs H Asfuri Muhsis MSi, berharap, awal Muharam 1448 Hijjriyah ni menjadi momentum introspeksi diri mengenai amal perbuatan kita di masa lalu.
Kemudian berupaya agar ke depan bisa meningkatkan kualitas amal perbuatan dan kualitas amal ibadah menjadi lebih baik, agar menjadi muslim yang makin baik.
“Hablum minallah (menjalin hubungan baik dengan Allah), hablum minannas (berhubungan baik dengan sesama manusia) dan dengan alam sekitar kita. (sehingga) ke depan lebih sehat, bermartabat dan bermanfaat,” ujarnya.
Dia menjelaskan, gerakan sholat subuh di masjid lama sudah jalan bertahun-tahun. Khusus di MAJT An-Nuur yang berumur 1,5 tahun, baru dimulai tahun lalu.
Asfuri menyebut sejumlah acara yang menjadi rangkaian menyambut tahun baru Hijjriyyah ini. Diawali Sima’an 30 juz Al-Quran selepas Sholat Asar Senin (15/06/2026) dan berakhir Selasa (16/07/2026) menjelang subuh.
Sedangkan para jemaah mulai datang secara beriringan sejak jam 02.00 WIB. Sebagian menjalani ikhtikaf, sholat tahajud, dzikir, sholat khobliyah, dilanjutkan sholat subuh berjamaah dan kuliah subuh.
Asfuri mryakini, gerakan sholat subuh berjamaah tentu membawa hikmah. Antara lain, kebangkitan bagi kaum muslim untuk menjalankan niat mulia atau berbuat kebaikan. (TB)






